Bursa Asia Mixed, IHSG Dibuka Kembali Menghijau
Selasa, 03 Oktober 2017 - 09:15 WIB
Bursa Asia Mixed, IHSG Dibuka Kembali Menghijau
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini kembali menguat meski tidak terlalu tinggi, atau hanya bertambah 1,40 poin setara 0,02% ke level 5.915,43. Penguatan IHSG pagi ini ketika bursa utama Asia mixed.
Sementara, pada perdagangan kemarin IHSG semakin anteng di atas level 5.900 dengan menguat 13,18 poin setara 0,22% ke level 5.914,03.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp16 miliar dengan 7 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp2,49 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp11,97 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp9,47 miliar. Tercatat 24 saham naik, 4 saham turun dan 17 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp600 menjadi RP32.700, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp125 menjadi Rp9.800, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik Rp100 menjadi Rp7.250.
Sementara, nenerapa saham yang melemah di antaranya PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) melemah Rp200 menjadi Rp19.050, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun Rp40 menjadi Rp3.910,d an PT Telekomunikasi Tbk (TLKM) melemah Rp30 menjadi Rp4.650.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC hari ini bursa saham Asia mixed atau variatif dalam perdagangan awal pada hari in, meski ekuitas AS ditutup pada rekor tertinggi dalam semalam.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 naik 0,32% menjadi 20.465,83 dan indeks Topix naik 0,39% menjadi 1.680,11. Di Australia, Indeks ASX 200 turun 0,31% menjadi 5.711,70 pada awal perdagangan.
Sementara, dolar Australia diperdagangkan pada level 0,7827, yang merupakan tingkat yang sama pada Jumat lalu. Pelaku pasar akan melihat ke depan untuk keputusan kebijakan moneter dari Reserve Bank of Australia pada pukul 2:30 malam waktu setempat.
Saham perbankan Australia utama bervariasi, dengan saham ANZ naik 0,5%, saham Commonwealth Bank turun 0,05% dan saham National Australia Bank turun 0,14%. Produsen sumber daya mixed, namun penambang utama Rio Tinto dan Fortescue masing-masing memperoleh kenaikan 0,18% dan 0,48%.
Pasar saham Korea Selatan dan China tetap ditutup karena libur umum.
Sementara, pada perdagangan kemarin IHSG semakin anteng di atas level 5.900 dengan menguat 13,18 poin setara 0,22% ke level 5.914,03.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp16 miliar dengan 7 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp2,49 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp11,97 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp9,47 miliar. Tercatat 24 saham naik, 4 saham turun dan 17 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp600 menjadi RP32.700, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp125 menjadi Rp9.800, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik Rp100 menjadi Rp7.250.
Sementara, nenerapa saham yang melemah di antaranya PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) melemah Rp200 menjadi Rp19.050, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun Rp40 menjadi Rp3.910,d an PT Telekomunikasi Tbk (TLKM) melemah Rp30 menjadi Rp4.650.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC hari ini bursa saham Asia mixed atau variatif dalam perdagangan awal pada hari in, meski ekuitas AS ditutup pada rekor tertinggi dalam semalam.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 naik 0,32% menjadi 20.465,83 dan indeks Topix naik 0,39% menjadi 1.680,11. Di Australia, Indeks ASX 200 turun 0,31% menjadi 5.711,70 pada awal perdagangan.
Sementara, dolar Australia diperdagangkan pada level 0,7827, yang merupakan tingkat yang sama pada Jumat lalu. Pelaku pasar akan melihat ke depan untuk keputusan kebijakan moneter dari Reserve Bank of Australia pada pukul 2:30 malam waktu setempat.
Saham perbankan Australia utama bervariasi, dengan saham ANZ naik 0,5%, saham Commonwealth Bank turun 0,05% dan saham National Australia Bank turun 0,14%. Produsen sumber daya mixed, namun penambang utama Rio Tinto dan Fortescue masing-masing memperoleh kenaikan 0,18% dan 0,48%.
Pasar saham Korea Selatan dan China tetap ditutup karena libur umum.
(izz)
Lihat Juga :