Target Penerimaan Negara Dikerek Naik Menjadi Rp1.894,2 Triliun

Rabu, 04 Oktober 2017 - 15:07 WIB
Target Penerimaan Negara...
Target Penerimaan Negara Dikerek Naik Menjadi Rp1.894,2 Triliun
A A A
JAKARTA - Pemerintah menaikkan target penerimaan negara sebesar Rp16,3 triliun menjadi Rp1.894,2 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018. Penambahan tersebut atas dasar perubahan asumsi makro sesuai kesepakatan dengan panitia kerja dan Badan Anggaran DPR.

Dalam rinciannya, untuk penerimaan perpajakan naik paling besar yaitu Rp8,7 triliun menjadi Rp1.618,1 triliun. Kemudian untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) naik Rp7,4 triliun menjadi Rp278,4 triliun.

"Dalam penerimaan perpajakan, itu memang lebih tinggi karena ada asumsi (makro) yang berubah. Itu disebabkan karena nilai tukar rupiah dan cost recovery," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (4/10/2017).

Sebelumnya, pemerintah memang telah mengusulkan asumsi nilai tukar Rp13.500/USD namun berubah lagi menjadi lebih kuat di angka Rp13.400/USD. Kemudian untuk penggantian operasi minyak dan gas (cost recovery) mengalami penurunan yakni dari usulan Rp10,7 triliun menjadi hanya USD10 miliar.

Lebih lanjut Sri Mulyani menjelaskan pada kenaikan penerimaan perpajakan diperoleh dari Pajak Penghasilan (PPh) minyak dan gas (migas) yang meningkat Rp2,2 triliun menjadi Rp38,1 triliun. Kenaikan itu karena adanya perubahan asumsi nilai tukar dan cost recovery. Untuk pajak non migas pun mengalami kenaikan mencapai Rp6,5 triliun.

"Itu karena Pajak Pertambahan Nilai (PPN) naik Rp6,5 triliun, mengingat pencapaian hingga Oktober ini pun PPN sangat kuat dan pertumbuhannya cukup sehat, makanya kami revisi," kata Sri Mulyani.

PNBP sendiri naik karena dari Sumber Daya Alam (SDA) meningkat Rp3,2 triliun, SDA non-migas naik Rp1,2 triliun dari sisi extra effort dan dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) naik Rp1 triliun. Kemudian, PNBP lainnya juga naik Rp1,8 triliun.

Di sisi lain, alokasi belanja negara juga naik Rp16,3 triliun menjadi Rp2.230,7 triliun. Rinciannya, belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) Rp839,6 triliun, belanja non KL Rp614,9 triliun serta transfer ke daerah dan dana desa Rp766,2 triliun.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jokowi Umumkan Postur...
Jokowi Umumkan Postur RAPBN 2024, Target Penerimaan Negara Rp2.781,3 Triliun
Kejar Pendapatan Negara...
Kejar Pendapatan Negara Rp2.463 Triliun di RAPBN 2023, Sri Mulyani Didukung DPR
Alokasi Dana Pendidikan...
Alokasi Dana Pendidikan dalam RAPBN 2021 Harus Sentuh Pesantren Demi Pemerataan
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus...
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus Pemerintahan Jokowi
Butuh Duit Rp1.840,7...
Butuh Duit Rp1.840,7 Triliun Tahun Depan, Jokowi Minta Genjot Pajak
Sah! RAPBN 2023 Jadi...
Sah! RAPBN 2023 Jadi Undang-undang: Belanja Negara Tembus Rp3.000 Triliun
Berita Terkini
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
4 menit yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
18 menit yang lalu
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
49 menit yang lalu
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
54 menit yang lalu
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
1 jam yang lalu
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
1 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved