Dimonopoli BUMN, Kesempatan Berbisnis Swasta Jadi Sempit

Sabtu, 07 Oktober 2017 - 15:05 WIB
Dimonopoli BUMN, Kesempatan...
Dimonopoli BUMN, Kesempatan Berbisnis Swasta Jadi Sempit
A A A
JAKARTA - Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai saat ini, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terlalu memonopoli proyek-proyek pembangunan di Tanah Air. Tak ayal, hal ini membuat kesempatan berbisnis swasta menjadi lebih sempit.

Ketua Komite Tetap Pembiayaan dan Penjaminan Kadin Krisnaraga Syarfuan mengungkapkan, para pengusaha swasta telah merasakan di lapangan bahwa perusahaan pelat merah hanya melakukan sinergi di internal antar BUMN semata. Padahal, seharusnya sinergi dilakukan oleh semua kalangan termasuk swasta dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

"Kita sudah merasakan di lapangan, BUMN yang kita cintai ini, jadi kita lihat wah kok ini sinergi internal saja. Kita ini kan swasta, mbok ya diajak lah. Hal itu yang kita lihat dan kita perhatikan di lapangan," katanya dalam sebuah diskusi di Gado-gado Boplo, Jakarta, Sabtu (7/10/2017).

Dalam Undang-undang (UU) BUMN yang berlaku saat ini, perusahaan negara sejatinya harus menjalankan bisnis dengan menggandeng swasta dan koperasi dalam rangka demokrasi ekonomi. Selain itu, perusahaan negara harusnya menjalankan proyek perintis yang belum diminati swasta.

"BUMN kan dalam UU menjalankan bisnis dengan swasta dan koperasi dalam rangka demokrasi ekonomi. Dan tugas pentingnya adalah BUMN menjalankan proyek perintis yang belum diminati swasta," imbuh dia.

Sayangnya, yang terjadi saat ini adalah BUMN terlalu mempersempit kesempatan swasta untuk berbisnis. "Sangat disayangkan, kami lihat terlalu mempersempit kesempatan swasta bisa berbisnis. Dan ini menjadi tantangan besar dari KPPU seolah menimbulkan monopolistik," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Hanya Swasta, Vaksinasi...
Tak Hanya Swasta, Vaksinasi Gotong Royong juga Menyasar Karyawan BUMN
Menteri BUMN dan Ketum...
Menteri BUMN dan Ketum Kadin Indonesia Tinjau Vaksinasi di Kampus Unpab Medan
Dorong UMK Naik Kelas,...
Dorong UMK Naik Kelas, Ini Langkah BUMN Surveyor Indonesia dan Kadin
Gandeng Kadin, Vaksinasi...
Gandeng Kadin, Vaksinasi Mandiri Ditargetkan untuk 10 Juta Orang
Sambut Gelaran Munas...
Sambut Gelaran Munas Kadin, Kendari Siap Perketat Prokes
Vaksin Sinopharm Kembali...
Vaksin Sinopharm Kembali Mendarat di Bandara Soetta, Hasil Keroyokan BUMN dan Kadin
Berita Terkini
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
14 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
40 menit yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
1 jam yang lalu
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
1 jam yang lalu
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
1 jam yang lalu
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
1 jam yang lalu
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved