PPATK Endus Kasus Nasabah Penghindaran Pajak Terjadi Sejak Lama

Senin, 09 Oktober 2017 - 17:37 WIB
PPATK Endus Kasus Nasabah...
PPATK Endus Kasus Nasabah Penghindaran Pajak Terjadi Sejak Lama
A A A
JAKARTA - Wakil Kepala Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae mengatakan, sebenarnya analisis indikasi tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang diduga dilakukan sejumlah nasabah Indonesia di Standard Chartered Plc sudah dilakukan sejak beberapa bulan yang lalu. Selain itu, hasilnya juga sudah dikirim oleh PPATK ke Ditjen Pajak (DJP).

Dia melanjutkan, dugaan sementara adalah kasus tersebut berkaitan dengan pelanggaran perpajakan dengan menghindari atau menyembunyikan aset guna menghindari kewajiban pajak (tax evasion) atau tax fraud.

"Yang kita sampaikan itu terkait dengan sejumlah perusahaan dan pengusaha WNI. Akan tetapi, benar tidak nya dugaan tax fraud itu tergantung hasil investigasi DJP yang berwenang untuk urusan ini," kata Dian di Jakarta, Senin (9/10/2017).

Dia pun menyampaikan, untuk detailnya sebaiknya menanti hasil investigasi DJP atas hasil analisis, agar tidak menimbulkan simpang siur informasi dan tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu. Pihaknya juga akan terus koordinasi dengan DJP atau aparat penegak hukum lain jika ada tindak pidana.

"Apakah ada indikasi TPPU? Indikasi TPPU bisa saja. Kita tidak akan buru-buru menyimpulkan itu, PPATK masih terus mendalami kemungkinan TPPU nya," ungkapnya.

Sebelumnya, terdengar kabar laporan transfer dana dari Standard Chartered Bank Inggris sebesar USD1,4 miliar atau setara Rp18,9 triliun milik warga negara Indonesia (WNI) dari Guernsey ke Singapura. Kasus transfer dana dari Guernsey, Wilayah Inggris ke Singapura ini diduga untuk menghindari pajak. Kasus yang sedang ditangani otoritas Eropa dan Asia ini melibatkan nasabah Indonesia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Soal Transaksi Mencurigakan...
Soal Transaksi Mencurigakan Rp300 Triliun di Kemenkeu, Mahfud MD: Sudah Sejak 2009
PPATK Klaim Serahkan...
PPATK Klaim Serahkan Temuan Transaksi Janggal Rp300 Triliun ke Kemenkeu Sejak 2009
PPATK: 40 Rekening Rafael...
PPATK: 40 Rekening Rafael Alun Trisambodo Diblokir, Paling Banyak Milik Istrinya
Soal Pencekalan Rafael...
Soal Pencekalan Rafael Alun karena Miliki Harta Tak Wajar, Begini Penjelasan KPK
Resmi Dilantik Jadi...
Resmi Dilantik Jadi Kepala PPATK, Ini Tugas Dian Ediana Rae
Rafael Alun Diduga Miliki...
Rafael Alun Diduga Miliki Uang Rp500 Miliar di Rekening yang Diblokir PPATK
Berita Terkini
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
34 menit yang lalu
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
39 menit yang lalu
IHSG Rontok Lagi Hari...
IHSG Rontok Lagi Hari Ini, Tak Lama Pembukaan Anjlok 1,25% ke 5.866
1 jam yang lalu
IHSG Nyungsep, Purbaya...
IHSG Nyungsep, Purbaya Tuding Rumor Downgrade S&P Jadi Biang Kerok
1 jam yang lalu
Didimax Rayakan Ulang...
Didimax Rayakan Ulang Tahun ke-27, Kepala Bappebti Berikan Apresiasi
1 jam yang lalu
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
1 jam yang lalu
Infografis
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai...
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Rampung Paling Lama Awal 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved