Jembatan Udara Akan Direalisasikan di Kalimantan Tahun Depan

loading...
Jembatan Udara Akan Direalisasikan di Kalimantan Tahun Depan
Jembatan Udara Akan Direalisasikan di Kalimantan Tahun Depan
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengakui, meski program jembatan udara di Papua baru berjalan dua bulan, namun dinilai berhasil menurunkan disparitas harga. Karena itu, mantan Dirut PT Angkasa Pura II itu berencana merealisasikan di Kalimantan dan sekitarnya.

(Baca: 12 Kota di Papua Jadi Pilot Project Jembatan Udara)

"Tahun ini memang baru pilot project di 12 kota di Papua. Untuk Kalimantan dan sekitarnya, program jembatan udara baru kita realisasikan tahun depan," ungkapnya usai jadi keynote speaker di Hotel Red Top Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Menurutnya, upaya pemerintah membangun program tol laut dan jembatan udara demi memberikan triger agar pengusaha-pengusaha di Indonesia bagian timur mau memanfaatkannya. Sebab, masalah pemerataan ini menjadi masalah serius bagi pemerintah saat ini.



"Makanya, dengan program tol laut maupun jembatan udara kita harapkan komoditas ikan, tepung tapioka, kayu, kerajinan tangan, dan rumput laut itu dikonsolidasikan untuk kembali dipasarkan ke Surabaya. Bahkan, dapat mempermudah ekspor," jelas dia.

Selain itu, lanjut Budi, setelah infrastruktur jalan, jembatan dan program tol laut serta jembatan udara, pemerintah tidak boleh cukup dan tidak melakukan program lain. Hal ini agar pembangunan Indonesia timur berimbas kepada rakyat langsung, dan dibutuhkan kolaborasi dengan pemerintah daerah.

"Kalau sudah terkoneksi maka akan mempermudah distribusi barang baik bahan pokok maupun lainnya. Maka, tidak ada kesenjangan, disparitas maupun faktor penghambat lainnya," imbuhnya.



Baca Juga:
Anggaran Jembatan Udara di Papua Mencapai Rp400 Miliar

Jembatan Udara, Upaya Menekan Disparitas Harga di Timur Indonesia
(izz)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top