GINSI Diminta Tertibkan Importir Ilegal

Jum'at, 13 Oktober 2017 - 23:39 WIB
GINSI Diminta Tertibkan...
GINSI Diminta Tertibkan Importir Ilegal
A A A
JAKARTA - Gabungan lmportir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) diminta membantu pemerintah menertibkan importir barang-barang ilegal yang keluar-masuk melalui pelabuhan. Sehingga, keberadaan barang-barang impor ilegal dapat ditekan.

"Kami juga minta GINSI menertibkan impotir barang ilegal," ujar Plt Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Bay M Hasani saat pelantikam BPP GINSI di Sari Pan Pasifik Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Ia menambahkan, GINSI sebagai mitra penting bagi Direktorat Hubla dalam mendukung arus barang di pelabuhan. Sehingga, tata kelola pelabuhan menjadi baik dan benar. "Importir itu kan ribuan. Tentunya harus ada asosiasi seperti GINSI yang menaungi. Kami harapakan juga GINSI ikut merumuskan kebijakan pemerintah di pelabuhan. Bahkan, peran asosiasi sudah diformalkan Permenhub 72/2017," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Bay Hasani juga menerangkan, bila waktu tunggu bongkar muat petikemas (dwelling time) sudah turun jadi 3 hari. Padahal, sebelumnya lima sampai tujuh hari. Meski diakuinya penurunan itu belum signifikan, sehingga perlu pembahasan ulang.

"Disinilah peran GINSI kami harapakan. Tidak mungkin semua importir yang berjumlah ribuan itu kami minta pendapat semua. GINSI lah bagian mengkomunikasikan dengan pelaku usaha," katanya.

Selain itu, lanjut dia, GINSI juga diharapakan ikut serta dalam pembahasan tarif kepelabuhanan, terkait kontainer juga harus ikut mengawasi. Makanya, GINSI diharapakan tidak menjadi tukang stempel, namun mitra aktif pemerintah. "GINSI itu sangat berkuasa, tapi dalam hal yang positif. Khususnya terkait menjamin impor," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
GINSI Apresiasi Inpres...
GINSI Apresiasi Inpres Pembenahan Logistik dan Pengetatan Impor
GINSI Dukung Sikap Kemenperin...
GINSI Dukung Sikap Kemenperin Soal Importasi Baja
Banjir Impor Kosmetik...
Banjir Impor Kosmetik Ilegal, GINSI: Bikin Hancur Industri Lokal!
Ginsi Dorong Sosialisasi...
Ginsi Dorong Sosialisasi Perubahan Aturan Impor Baja
Produksi Baja Nasional...
Produksi Baja Nasional Belum Mampu Imbangi Kebutuhan Industri Pengguna
Tak Ada Faedah, GINSI...
Tak Ada Faedah, GINSI Tolak Biaya Survei Peti Kemas di Depo Empty
Berita Terkini
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
1 jam yang lalu
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
10 jam yang lalu
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
10 jam yang lalu
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
10 jam yang lalu
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
10 jam yang lalu
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
10 jam yang lalu
Infografis
Netanyahu: Pendudukan...
Netanyahu: Pendudukan Ilegal atas Tanah Suriah akan Selamanya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved