Peremajaan Kebun Kelapa Sawit demi Kerek Produktivitas

Sabtu, 14 Oktober 2017 - 00:09 WIB
Peremajaan Kebun Kelapa...
Peremajaan Kebun Kelapa Sawit demi Kerek Produktivitas
A A A
PALEMBANG - Pemerintah memulai program peremajaan kebun kelapa sawit seluas 4.400 hektare di kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Peremajaan ini dilakukan mengingat rendahnya produktivitas kelapa sawit Indonesia khususnya kondisi pertanaman kelapa sawit rakyat yang sudah tua dan rusak.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, program peremajaan kebun kelapa sawit dilakukan terlebih dahulu di Pulau Sumatera pada tahun ini. Selanjutnya akan dilakukan di pulau-pulau lain.

"Kita mulai di Sumatera Selatan dulu. Bulan depan saya dorong masuk ke Sumatera Utara, bulan depannya lagi masuk ke Jambi, masuk ke Riau. Tahun depan baru akan saya dorong masuk ke Kalimantan," ujarnya saat memberikan sambutan di Desa Panca Tunggal, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Jokowi melanjutkan, pemerintah ingin fokus pada peremajaan perkebunan kelapa sawit dulu sebelum melakukan peremajaan pada tanaman perkebunan lainnya. "Kita memang kerjanya ingin fokus bisa gampang dikontrol. Hari ini sudah mulai peremajaan, ditanam, tapi setahun lagi atau awal 2019 akan saya cek kembali," ungkapnya.

Jokowi mengungkapkan, setelah peremajaan kebun kelapa sawit berhasil, akan dilanjutkan pada peremajaan perkebunan karet, kopi, kakao, dan pala. "Kalau sawit nanti sudah jalan, saya akan bergerak lagi ke karet, kopi, kakao dan pala. Karena ini sama sudah lebih dari 15, 20, 25 tahun tidak pernah diremajakan. Masa kita kalah dengan Vietnam urusan pala? Kopi kalah dengan Brazil dan Kolombia?" jelasnya.

Jokowi berharap target produksi sawit sebesar 8 ton per hektare per tahun dapat terpenuhi. "Ini bibitnya bisa produksinya 8 ton per hektare CPO. Biasanya petani yang sekarang yang pohonnya sudah 20-25 tahun hanya 2 ton. Berarti ada 4 kali lipat, tapi yang namanya tanaman juga sama dengan kita, harus dirawat," tuturnya.

Presiden juga telah memerintahkan untuk memberi sertifikat bagi perkebunan milik rakyat yang masuk kawasan hutan. "Perkebunan yang masuk kawasan hutan sudah saya perintahkan untuk dikeluarkan dari kawasan hutan untuk nantinya diberikan sertifikat. Tapi ini khusus untuk kelapa sawit milik rakyat," tegasnya.

Saat ini produktivitas kelapa sawit Indonesia hanya 3,7 ton/ha/tahun dimana potensi dapat mencapai 8 ton/ha/tahun. Oleh karena itu perlu dilakukan peremajaan tanaman kelapa sawit seluas kurang lebih 2,4 juta ha.

Untuk mendukung pelaksanaan peremajaan kebun kelapa sawit pekebun, pemerintah telah menghimpun dana pungutan ekspor CPO yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) serta didukung oleh kredit dari perbankan.

Saat ini telah disetujui pemberian dana bantuan peremajaan kelapa sawit untuk 4 (empat) Koperasi dari Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan seluas 2.834 Ha dengan 1.308 kepala keluarga.

Terkait dengan pemanfaatan dana bantuan peremajaan kebun kelapa sawit pekebun tahun 2017 sampai saat ini yang telah mengusulkan seluas 14.574 ha dari 5 provinsi (Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Komitmen YIDH Dukung...
Komitmen YIDH Dukung Pelaksanaan Peta Jalan Menuju Sawit Berkelanjutan di Aceh
Sejumlah Masalah yang...
Sejumlah Masalah yang Bikin Pengusaha Sawit dan Masyarakat Tidak Akur
Perkebunan Sawit Berkelanjutan...
Perkebunan Sawit Berkelanjutan Tumbuhkan Ekonomi Desa Terpencil
Pengolahan yang Baik...
Pengolahan yang Baik Jadikan Limbah Cair Pabrik Sawit Bernilai Ekonomi Tinggi
Aspekpir Kolaborasi...
Aspekpir Kolaborasi Buat Film Dokumenter Desa Transmigrasi Sawit
Wujudkan Perkebunan...
Wujudkan Perkebunan Berkelanjutan, SPKS Dorong Kemitraan Usaha dengan Petani
Berita Terkini
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
34 menit yang lalu
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
53 menit yang lalu
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
8 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
9 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
10 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
12 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved