Data Ekonomi Dorong Wall Street Berakhir di Jalur Hijau

Sabtu, 14 Oktober 2017 - 10:28 WIB
Data Ekonomi Dorong...
Data Ekonomi Dorong Wall Street Berakhir di Jalur Hijau
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin kembali menguat menyusul data ekonomi yang optimistis dan kenaikan saham teknologi, mendorong Indeks Dow Jones Industrian Average dan Indeks S&P 500 mengalami kenaikan pekan kelima berturut-turut.

Seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (14/10/2017), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 30,71 poin atau 0,13% menjadi 22.871,72, Indeks S&P 500 naik 2,24 poin atau 0,09% menjadi 2.553,17, dan Nasdaq Composite bertambah 14,29 poin atau 0,22% menjadi 6.605,80, rekor tertinggi dalam penutupan.

Data menunjukkan penjualan ritel AS melonjak pada September, dan indeks sentimen konsumen University of Michigan mencapai level tertinggi sejak Januari 2004.

Laporan lain menunjukkan bahwa harga konsumen mencatat kenaikan terbesar dalam delapan bulan karena badai Harvey dan Irma mendorong permintaan namun inflasi yang mendasarinya tetap teredam.

Saham Netflix (NFLX.O) ditutup menguat 1,9% setelah mencapai rekor intraday tertinggi di level USD200,82 pada kenaikan target harga meningkat menjelang laporan pendapatan pada Senin.

Saham Apple (AAPL.O) naik 0,6%, memberi dorongan terbesar pada Indeks S&P 500, sementara indeks teknologi di Indeks S&P naik 0,5%. Saham bank besar beragam menyusul laporan dari Bank of America dan Wells Fargo.

"Kami melihat kelanjutan kekuatan di pasar dikombinasikan dengan volatilitas rendah. Sepertinya ada uang yang mencari saham dan mencari investasi, hanya karena momentumnya masih positif," kata Bucky Hellwig, wakil presiden senior di BB & T Wealth Management di Birmingham, Alabama.

"Juga kita memasuki periode musiman di mana sulit untuk melawan rekaman itu. Jadi, saya membayangkan ada uang tunai yang keluar," imbuhnya.

Indeks volatilitas CBOE tetap berada pada tingkat historis tertekan, ditutup pada level 9,61. Untuk pekan ini, Indeks Dow Jones naik 0,4% dan Inedks S&P 500 naik 0,2%, begitu juga dengan Nasdaq yang naik 0,2% untuk pekan ini, mencatat kenaikan ketiga pekan ini.

Saham Bank of America (BAC.N), bank dengan aset terbesar kedua di AS, naik 1,5% setelah keuntungan pemberi pinjaman melampaui perkiraan karena suku bunga yang lebih tinggi dan penurunan biaya.

Namun, saham Wells Fargo (WFC.N) anjlok 2,8% setelah melaporkan pendapatan di atas yang diharapkan lebih rendah dari kuartal keempat karena penurunan pendapatan hipotek.

Laporan dari bank Wall Street memulai musim laporan pendapatan kuartal ketiga, dengan investor berharap pertumbuhan laba akan membantu membenarkan valuasi setelah kenaikan yang telah mengirim Indeks S&P 500 naik sekitar 14% sepanjang tahun ini.

Termasuk, membatasi kenaikan hari ini, sektor kesehatan turun 0,3% karena perusahaan asuransi kesehatan dan operator rumah sakit terjatuh karena berita bahwa Presiden Donald Trump membatalkan miliaran dolar dalam subsidi Obamacare kepada perusahaan asuransi swasta untuk orang-orang berpenghasilan rendah.

Saham Centene (CNC.N) merosot 3,3%, saham Molina Healthcare (MOH.N) turun 3,4%, dan saham Anthem (ANTM.N) turun 3,1%. Saham Tenet Healthcare (THC.N) turun 5,1% dan Sistem Kesehatan Masyarakat (CYH.N) turun 4%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
8 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
8 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
8 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
9 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
9 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
Amerika Serikat Siap...
Amerika Serikat Siap Membangun Jalur Kereta di Permukaan Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved