Kapal Ternak Siap Angkut Sapi dari NTT dan NTB ke Pulau Jawa

Senin, 16 Oktober 2017 - 13:07 WIB
Kapal Ternak Siap Angkut...
Kapal Ternak Siap Angkut Sapi dari NTT dan NTB ke Pulau Jawa
A A A
JAKARTA - Sukses program tol laut dan jembatan udara, membuat Kementerian Perhubungan (Kemnhub) meluncur program connecting ekonomi nasional. Program ini bernama kapal ternak, kapal khusus angkutan ternak sapi.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjelaskan, program kapal ternak diilhami adanya ruang kosong bagi angkutan program tol laut balik dari Indonesia timur ke barat. Juga adanya permintaan ternak sapi untuk daerah Jakarta, Lampung, dan Sulawesi.

"Nah, membangun kapal ternak merupakan satu konektivitas, juga dorongan Indonesia timur agar tumbuh dengan kekuatan ekonomi tertentu," ungkapnya saat menjadi keynote speakers diskusi di Hotel Red Top Jakarta, Senin (16/10/2017).

Dia menjelaskan, selain menjamin konektivitas antar wilayah, tugas Kemenhub juga menurunkan disparitas harga di timur dan barat. Namun, ada juga fungsi-fungsi ekonomi di Indonesia timur menjadi tumbuh.

"Semuanya tahu bahwa tidak mudah membangun fungsi-fungsi ekononi di Indonesia timur. Kita sudah membangun tol laut, artinya ada satu ruang kosong yang perlu diangkut dari timur ke barat," jelas dia.

Bagi Kemenhub, adanya ruang kosong program tol laut saat balik menjadi pekerjaan rumah yang harus dipecahkan. Caranya, dengan pola mengumpulkan ikan, rumput laut, dan lainnya untuk diangkut ke barat.

Hanya saja, Budi, wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) mengkalaim gudangnya ternak sapi. Untuk itu, program kapal ternak digagas dan digalakkan untuk fungsi-fungsi membangun ekonomi khususnya di NTT dan NTB.

"Apalagi, kami mendapat informasi kalau dipasarkan di Pulau Jawa dan sekitarnya disparitasnya cukup besar. Sedangkan di lokal keuntungannya kecil, dengan pola ini semoga mampu menggerakkan peternakan di NTT dan NTB," imbuh Budi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Angkutan Laut Dibuka...
Angkutan Laut Dibuka 7 Juni, Kemenhub Minta Antisipasi New Normal
Jalankan Prinsip Pola...
Jalankan Prinsip Pola Kemitraan, Kemenhub Raih Penghargaan dari KPPU
Revitalisasi Terminal,...
Revitalisasi Terminal, Kemenhub Ingin Angkutan Massal Terintegrasi
Bulukumba Optimalkan...
Bulukumba Optimalkan Potensi Sektor Peternakan Lewat Kampung Sapi
7 Negara Penghasil Susu...
7 Negara Penghasil Susu Sapi Terbesar di Dunia
Jelang Purna Tugas,...
Jelang Purna Tugas, Puluhan Polisi Kembangkan Minat Berternak
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
4 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
4 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
5 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
5 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
5 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
6 jam yang lalu
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved