Kurangi Subsidi, Proyek Kapal Ternak Akan Ditawarkan ke Swasta

Senin, 16 Oktober 2017 - 17:19 WIB
Kurangi Subsidi, Proyek...
Kurangi Subsidi, Proyek Kapal Ternak Akan Ditawarkan ke Swasta
A A A
JAKARTA - Pemerintah berencana menawarkan program kapal ternak ke pihak swasta, dengan alasan untuk mengurangi subsidi. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengutarakan, apabila bisnis digantungkan kepada subsidi maka akan terjadi kemanjaan, khususnya di jalur laut.

"Saya pernah ditawari pihak swasta untuk program kapal ternak yang angkut sapi. Pihak swasta itu bilang katanya tidak perlu disediakan kapal dan sediakan lainnya. Mereka hanya disiapkan ternak yang untuk diangkut," ungkap Menhub Budi di Jakarta, Senin (16/10/2017).

(Baca Juga: Investasi Tahap Pertama Kapal Ternak Capai Rp100 Miliar )

Atas dasar itulah, Ia menegaskan bila tahun depan akan melakukan evaluasi program kapal ternak, khususnya terkait produktivitasnya. Bila memang produktif, maka program tersebut akan dilanjutkan.

"Apakah perlu dukungan swasta. Terus seandainya, bisa dikontrakkan ke swasta dalam durasi 5 tahun, maka sudah satu juta sapi yang bisa diangkut. Sehingga, pergerakan kapal maksimal," bebernya.

Lebih lanjut Budi menegaskan kedepannya dalam membangun transportasi nasional, bakal digandeng serta melibatkan swasta. Pasalnya swasta diyakini punya potensi luar biasa. "Hanya perlu diintensifkan pembahasan untuk kerjasamanya. Jadi ada kemungkinan swasta pegang kapal ternak. Cuman bentuknya perlu dicari yang baik," terang dia.

Sambung dia paling penting menurutnya adalah industri harus berjalan efisien. Artinya harus ada yang diangkut dari Barat ke Timur dan sebaliknya. "Makanya nantinya diformulasikan sehingga dapat diketahui yang mana disubsidi. Apalagi kita dengan INSA juga baik sehingga tidak ingin ada sesuatu yang tidak produktif. Dan, banyak pihak swasta yang tertarik program kapal ternak," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Angkutan Laut Dibuka...
Angkutan Laut Dibuka 7 Juni, Kemenhub Minta Antisipasi New Normal
Jalankan Prinsip Pola...
Jalankan Prinsip Pola Kemitraan, Kemenhub Raih Penghargaan dari KPPU
Revitalisasi Terminal,...
Revitalisasi Terminal, Kemenhub Ingin Angkutan Massal Terintegrasi
Bulukumba Optimalkan...
Bulukumba Optimalkan Potensi Sektor Peternakan Lewat Kampung Sapi
7 Negara Penghasil Susu...
7 Negara Penghasil Susu Sapi Terbesar di Dunia
Jelang Purna Tugas,...
Jelang Purna Tugas, Puluhan Polisi Kembangkan Minat Berternak
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
4 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
4 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
5 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
5 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
5 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
6 jam yang lalu
Infografis
Iran: 2 Kapal Induk...
Iran: 2 Kapal Induk Nuklir AS Tak akan Berani Menyerang!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved