Dorong Industri Padat Karya, Kemenperin Beri Insentif Fiskal

Selasa, 24 Oktober 2017 - 05:26 WIB
Dorong Industri Padat...
Dorong Industri Padat Karya, Kemenperin Beri Insentif Fiskal
A A A
JAKARTA - Demi untuk memacu pertumbuhan industri padat karya nasional, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan stimulus. Bentuknya insentif fiskal berupa pemotongan pajak pemghasilan (PPh).

(Baca: Menperin Sebut Sektor Manufaktur Sumbang 22% PDB )

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan, saat ini tengah memacu pengembangan sektor padat karya berorientasi ekspor berupa industri alas kaki, industri tekstil dan produk tekstil, industri makanan dan minuman, industri furnitur kayu dan rotan, serta industri kreatif.

"Amunisi untuk memacu sektor tersebut, di antaranya dengan memberikan insentif fiskal berupa pemotongan pajak penghasilan agar dapat digunakan untuk reinvestasi," ungkapnya saat paparan capaian tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK di Ruang Garuda Kemenperin Jakarta, Senin (23/10/2017).

Hingga saat ini, lanjut Airlangga, industri manufaktur nasional semakin memperlihatkan kinerja positif. Cabang industri pengolahan non-migas yang mengalami pertumbuhan tertinggi di atas pertumbuhan ekonomi pada triwulan I/2017 dicapai oleh industri logam sebesar 7,50%, industri kimia, farmasi dan obat tradisional 7,38%, serta lndustri makanan dan minuman 7,19%.

Bahkan, lanjut Airlangga, industri pengolahan non-migas juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) nasional pada triwulan II tahun 2017 sebesar 17,94%.

"Kontribusi ini terbesar dibandingkan sektor lainnya, seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan sekitar 13,92%, konstruksi 10,11%, serta pertambangan dan penggalian 7,36%," jelasnya.

Airlangga menambahkan, Indonesia merupakan salah satu negara yang kontribusi industri manufakturnya terhadap PDB lebih dari 20%. Indonesia menduduki peringkat keempat setelah Korea Selatan dengan sumbangan 29%, China dan Jerman.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IKM Pangan Capai 1,86...
IKM Pangan Capai 1,86 Juta Unit Usaha, IFI Menyeleksi yang Terbaik
Penjualan Sepeda Melonjak,...
Penjualan Sepeda Melonjak, Industri Kecil Menengah Harus Ambil Peran
Kemenperin Dorong IKM...
Kemenperin Dorong IKM Tembus Pasar Ekspor, Ini Caranya
Resep Kemenperin Lezatkan...
Resep Kemenperin Lezatkan IKM Pangan
Mengintip Resep Sukses...
Mengintip Resep Sukses IKM Unggulan Indonesia Food Innovation 2021
Pemenang Startup4Industry...
Pemenang Startup4Industry 2020 Ciptakan Otomasi Penopang Produksi IKM
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
3 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
3 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
4 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
4 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
5 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
6 jam yang lalu
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved