IHSG Siang Dekati Level 6.000, Rupiah Makin Lesu
Rabu, 25 Oktober 2017 - 12:41 WIB
IHSG Siang Dekati Level 6.000, Rupiah Makin Lesu
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga sesi I tidak terbendung untuk terus melewati rekor tertinggi. Keperkasaan bursa saham Tanah Air berbanding terbalik dengan rupiah yang semakin lesu di zona merah.
IHSG siang ini kokoh di zona hijau dengan tambahan 31,20 poin atau 0,52% ke posisi 5.983,28. Sedangkan tadi pagi, bursa saham Tanah Air dibuka melompat ke level 5.968,07 dengan peningkatan 6,00 poin yang setara dengan 0,27% dan kemarin IHSG ditutup naik 2,05 poin atau 0,03% ke level 5.952,08.
Sektor saham dalam negeri hingga siang ini mayoritas berada di jalur hijau dengan sektor yang menguat tertinggi adalah pertambangan naik 2,03% serta perdagangan meningkat 1,70%. Sedangkan sektor yang melemah terdalam yaitu infrastruktur menyusut 0,93%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,65 miliar dengan 7,17 juta saham diperdagangkan siang ini dan transaksi bersih asing minus Rp15,92 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,17 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,16 triliun. Tercatat 190 saham naik, 123 saham turun dan 160 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) dan PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST). Sementara, saham-saham yang melemah yakni PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) serta PT Astra International Tbk. (ASII).
Di sisi lain, posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.576/USD atau semakin ambruk dari posisi kemarin di level Rp13.533/USD. Siang ini tercatat pergerakan harian rupiah berada di kisaran Rp13.563-Rp13.585/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan, rupiah siang ini berada di level Rp13.572/USD atau merosot tajam dibanding sesi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.520/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada perdagangan sesi I berada di level Rp13.572/USD atau memburuk dari posisi sebelumnya yang berada pada level Rp13.530/USD. Pergerakan rupiah hingga siang ini berada pada level Rp13.528-Rp13.573/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, siang ini tertahan pada level Rp13.570/USD atau tidak lebih baik dibanding perdagangan awal kemarin di level Rp13.529/USD.
IHSG siang ini kokoh di zona hijau dengan tambahan 31,20 poin atau 0,52% ke posisi 5.983,28. Sedangkan tadi pagi, bursa saham Tanah Air dibuka melompat ke level 5.968,07 dengan peningkatan 6,00 poin yang setara dengan 0,27% dan kemarin IHSG ditutup naik 2,05 poin atau 0,03% ke level 5.952,08.
Sektor saham dalam negeri hingga siang ini mayoritas berada di jalur hijau dengan sektor yang menguat tertinggi adalah pertambangan naik 2,03% serta perdagangan meningkat 1,70%. Sedangkan sektor yang melemah terdalam yaitu infrastruktur menyusut 0,93%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,65 miliar dengan 7,17 juta saham diperdagangkan siang ini dan transaksi bersih asing minus Rp15,92 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,17 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,16 triliun. Tercatat 190 saham naik, 123 saham turun dan 160 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) dan PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST). Sementara, saham-saham yang melemah yakni PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) serta PT Astra International Tbk. (ASII).
Di sisi lain, posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.576/USD atau semakin ambruk dari posisi kemarin di level Rp13.533/USD. Siang ini tercatat pergerakan harian rupiah berada di kisaran Rp13.563-Rp13.585/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan, rupiah siang ini berada di level Rp13.572/USD atau merosot tajam dibanding sesi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.520/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada perdagangan sesi I berada di level Rp13.572/USD atau memburuk dari posisi sebelumnya yang berada pada level Rp13.530/USD. Pergerakan rupiah hingga siang ini berada pada level Rp13.528-Rp13.573/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, siang ini tertahan pada level Rp13.570/USD atau tidak lebih baik dibanding perdagangan awal kemarin di level Rp13.529/USD.
(akr)
Lihat Juga :