APBN 2018 Disahkan, Sri Mulyani Akan Jaga Rasio Utang

Rabu, 25 Oktober 2017 - 14:28 WIB
APBN 2018 Disahkan,...
APBN 2018 Disahkan, Sri Mulyani Akan Jaga Rasio Utang
A A A
JAKARTA - Rapat paripurna DPR RI hari ini mengesahkan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2018 menjadi Undang-Undang (UU). Mayoritas anggota DPR menyetujui RAPBN 2018.

Pada rapat paripurna hari ini, sikap fraksi di DPR terhadap RAPBN 2018 sama seperti pandangan mini fraksi dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) yang berlangsung hingga dini hari tadi. Hanya Fraksi Partai Gerindra yang menolak disahkannya RAPBN 2018, sedangkan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menerima dengan catatan.

"Apakah Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2018 dapat disetujui untuk disahkan menjadi undang-undang?" kata Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan selaku pimpinan rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/10/2017).

Para anggota DPR yang hadir pun langsung menjawab setuju. Taufik Kurniawan langsung mengetuk palu sebagai tanda disahkannya RAPBN 2018.

Ketua Banggar DPR Aziz Syamsuddin mengatakan, belanja negara 2018 sebesar Rp2.220.657 triliun, terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.454.494,4 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp766.162,6 triliun.

Sementara, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa APBN 2018 direncanakan mengalami defisit pada tingkat 2,19 persen terhadap PDB, dengan penurunan defisit keseimbangan cukup tajam, yaitu dari Rp144,3 triliun pada outlook tahun 2017 menjadi Rp87,3 triliun pada 2018.

Dia menambahkan, defisit anggaran juga mengalami penurunan dari Rp362,9 triliun pada outlook tahun 2017 menjadi Rp325,9 triliun dalam tahun 2018.

"Defisit APBN tahun 2018 dijaga lebih rendah untuk menjaga fiscal sustainability, penarikan utang terukur dan dikelola secara transparan, akuntabel, serta sesuai standar internasional," kata Sri Mulyani dalam pemaparannya.

Dia menambahkan, defisit tersebut diarahkan untuk kegiatan produktif sehingga kemampuan pembayaran kembali dapat dijaga pada masa akan datang.

Menurutnya, pemerintah tetap konsisten menjaga tingkat defisit anggaran dan pembiayaan anggaran yang berkesinambungan dan hati-hati (sustainable dan prudent) sesuai prinsip pengelolaan utang yang baik dan berstandar global.

Menkeu menuturkan, strategi pengelolaan utang ditujukan untuk menjaga rasio utang terhadap PDB di bawah 30%, penurunan defisit keseimbangan primer, pengembangan dan pendalaman pasar keuangan guna memenuhi pada tingkat biaya dan risiko yang minimal, serta lebih memfokuskan pada sumber pendanaan dalam negeri.

Selain itu, pembiayaan tahun 2018 juga terdapat program-program pemerintah untuk pembiayaan investasi dalam rangka mendukung pembangunan infrastruktur, perbaikan kualitas pendidikan, dan penguatan UMKM.

Dia mengungkapkan, program pembangunan tersebut di antaranya untuk biaya pembebasan lahan bagi proyek-proyek prioritas pembangunan nasional melalui BLU LMAN, peningkatan akses masyarakat untuk pendidikan dan keberlanjutan pengembangan pendidikan melalui sovereign wealth fund di BLU bidang pendidikan.

Kemudian, mendorong pembiayaan yang kreatif dan inovatif melalui PIP, pembentukan badan pengelola Tapera, peningkatan akses pendanaan dan pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, penguatan modal kelautan dan perikanan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Anggaran Kemenkeu 2021...
Anggaran Kemenkeu 2021 Disetujui DPR Rp42,36 Triliun
Sri Mulyani Ungkap Anggaran...
Sri Mulyani Ungkap Anggaran Ini Sering Jadi Temuan BPK
DPR Setujui Anggaran...
DPR Setujui Anggaran untuk Sri Mulyani Sebesar Rp43,19 Triliun
Pajak Seret, Target...
Pajak Seret, Target Pendapatan Negara 2021 Turun Jadi Rp1.743 T
Gaji ke-13 dan THR PNS...
Gaji ke-13 dan THR PNS Berlanjut Tahun Depan, Sri Mulyani Beri Kepastian
Sri Mulyani Suntik 8...
Sri Mulyani Suntik 8 BUMN Rp37,4 T di 2021, Nanti Mas Erick Tugasi Siapa yang Dapat
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
7 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
8 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
8 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
9 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
9 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
9 jam yang lalu
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved