IHSG Dibuka Berbalik ke Zona Merah Saat Bursa Asia Mixed
Kamis, 26 Oktober 2017 - 09:34 WIB
IHSG Dibuka Berbalik ke Zona Merah Saat Bursa Asia Mixed
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka sedikit terkoreksi, meski begitu belum beranjak dari level 6.000. IHSG sesi pagi melemah tipis sebesar 6,68 poin atau setara dengan 0,11% ke level 6.018,75
Sementara, pada perdagangan kemarin IHSG ditutup ditutup mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Bursa saham Tanah Air berakhir di level 6.025,43 dengan tambahan 73,36 poin yang setara dengan 1,23%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,16 miliar dengan 1,58 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing Rp95,66 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp891,9 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp987,5 miliar. Tercatat 174 saham naik, 122 saham turun dan 91 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) meningkat Rp1.275 menjadi Rp12.075, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp975 menjadi Rp63.000 dan PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) bertambah Rp100 ke level Rp6.600.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) jatuh Rp325 menjadi Rp9.100, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) turun Rp210 ke posisi Rp2.520 serta PT Darya-Varia Laboratoria Tbk. (DVLA) menyusut Rp130 menjadi Rp1.890.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC, pasar saham Asia bergerak mixed pada perdagangan Kamis (26/10/2017) ketika Wall Street tergelincir dan investor masih mengamati rilis laba regional. Indeks Nikkei Jepang pada perdagangan awal tersentak naik 0,37% setelah sebelumnya merosot untuk menghentikan tren positif dalam 16 hari.
Sedangkan di seberang Selat Korea, indeks Kospi berkurang 0,15 dan bursa saham Australia yakni indeks ASX 200 tergelincir 0,26% ketika sub indeks keuangan lebih rendah 0.52%. Catatan positif diraih bursa saham China ketika indeks Shanghai menguat ke level 3.407,43 dengan tambahan 10,53 atau 0,31%.
Sementara, pada perdagangan kemarin IHSG ditutup ditutup mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Bursa saham Tanah Air berakhir di level 6.025,43 dengan tambahan 73,36 poin yang setara dengan 1,23%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,16 miliar dengan 1,58 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing Rp95,66 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp891,9 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp987,5 miliar. Tercatat 174 saham naik, 122 saham turun dan 91 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) meningkat Rp1.275 menjadi Rp12.075, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp975 menjadi Rp63.000 dan PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) bertambah Rp100 ke level Rp6.600.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) jatuh Rp325 menjadi Rp9.100, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) turun Rp210 ke posisi Rp2.520 serta PT Darya-Varia Laboratoria Tbk. (DVLA) menyusut Rp130 menjadi Rp1.890.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC, pasar saham Asia bergerak mixed pada perdagangan Kamis (26/10/2017) ketika Wall Street tergelincir dan investor masih mengamati rilis laba regional. Indeks Nikkei Jepang pada perdagangan awal tersentak naik 0,37% setelah sebelumnya merosot untuk menghentikan tren positif dalam 16 hari.
Sedangkan di seberang Selat Korea, indeks Kospi berkurang 0,15 dan bursa saham Australia yakni indeks ASX 200 tergelincir 0,26% ketika sub indeks keuangan lebih rendah 0.52%. Catatan positif diraih bursa saham China ketika indeks Shanghai menguat ke level 3.407,43 dengan tambahan 10,53 atau 0,31%.
(akr)
Lihat Juga :