Wall Street Berakhir Mixed, Nasdaq Terseret Sektor Kesehatan

Jum'at, 27 Oktober 2017 - 08:04 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Mixed, Nasdaq Terseret Sektor Kesehatan
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin waktu setempat berakhir mixed, saat Dow Jones dan indeks S&P mencetak keuntungan seiring laporan positif pendapatan perusahaan. Namun laju bursa saham Amerika Serikat sedikit tertahan oleh penurunan Nasdaq seiring kejatuhan sektor kesehatan.

Saham DowDuPont (DWDP. N) bertambah 2,8% untuk menjadi dorongan terbesar untuk S & P 500. Sedangkan saham Twitter (TWTR. N) melompat 18,5% setelah perusahaan mengatakan mampu mencetak keuntungan pada kuartal keempat, dibantu oleh pengurangan biaya dan sumber-sumber pendapatan baru.

Di sisi lain sektor kesehatan, kehilangan 1,03% dipimpin merosotnya tajam Celgene (CELG.O) sebesar 16,4% untuk membebani S & P 500 dan Nasdaq. Sentimen datang dari pencarian Gubernur baru Federal Reserve yang menurut laporan dari Gedung Putih bahwa keputusan telah diambil Trump.

Tercatat indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 71,40 poin atau 0,31% menjadi 23.400,86. Sedangkan S&P memperoleh tambahan 3,25 poin atau 0,13% menjadi 2.560,40. Indeks Nasdaq Composite turun 7,12 poin, atau 0,11% menjadi 6.556,77.

Sementara European Central Bank (ECB) mengumumkan bahwa suku bunga zona euro akan tetap berada pada 0,00%. Menurut ECB, suku bunga pinjaman marjinal dan suku bunga deposito masing-masing tetap 0,25% dan minus 0,40%.

Mengenai ukuran kebijakan moneter non-standar, pembelian berdasarkan program pembelian aset (APP) akan berlanjut pada kecepatan bulanan 60 Miliar euro (sekitar USD70,8) sampai akhir Desember 2017.

Di sisi lain, kenaikan defisit barang internasional naik menjadi sebesar USD64,1 miliar pada September dari USD63,3 miliar pada Agustus, seperti disampaikan Departemen Perdagangan AS. Sekitar 7.04 miliar saham diperdagangkan pada pergerakan bursa saham AS kemarin waktu setempat, atau di atas rata-rata harian 5,97 miliar dalam 20 sesi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
50 menit yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
1 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
1 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
2 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
3 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
3 jam yang lalu
Infografis
Jadi Buah Terbaik di...
Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Ini 7 Manfaat Manggis untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved