IHSG Ditutup Merosot ke Level 5.975, Bursa Asia Lebih Tinggi
Jum'at, 27 Oktober 2017 - 16:36 WIB
IHSG Ditutup Merosot ke Level 5.975, Bursa Asia Lebih Tinggi
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ditutup memerah, untuk mengakhiri cacatan positif dalam beberapa hari terakhir. Bursa saham Tanah Air berakhir menyusut 20,57 poin atau 0,34% ke posisi 5.975,28.
IHSG siang tadi jatuh ke zona merah usai kehilangan 3,38 poin atau 0,06% menjadi 5.992,47. Sedangkan tadi pagi, bursa saham Tanah Air menguat ke level 6.004,605 dengan tambahan 8,758 poin atau 0,146% dan kemarin IHSG ditutup menyusut 29,59 poin atau 0,49% ke posisi 5.995,85.
Sektor saham dalam negeri sore ini mayoritas di area negatif dipimpin pelemahan terdalam terjadi pada sektor keuangan 0,90% dilanjutkan aneka industri yang kehilangan 0,85%. Sedangkan kenaikan tertinggi dicetak oleh pertambangan mencapai sebesar 0,71%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp8,86 triliun dengan 8,18 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp298,28 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,04 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,75 triliun. Tercatat sebesar 155 saham menguat, 202 saham melemah dan 121 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) bertambah Rp2.225 menjadi Rp66.900, PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) meningkat Rp250 ke posisi Rp6.850 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik Rp100 menuju level Rp7.700.
Sementara, beberapa saham yang mengalami pelemahan yakni PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk. (GOLD) melemah Rp120 menjadi Rp370, PT Astra International Tbk (ASII) berkurang Rp100 menjadi Rp7.900 serta PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) menyusut Rp40 menjadi Rp1.635.
Seperti dilansir CNBC, kebanyakan indeks utama Asia ditutup lebih tinggi dalam perdagangan Jumat (27/10) ketika euro memperpanjang pelemahan setelah pernyataan dari Bank Sentral Eropa. Kemudian diikuti saham AS yang ditutup mixed dan kemudian beberapa nama perusahan besar teknologi melaporkan pendapatan di luar harapan.
Indeks Nikkei Jepang bertambah 1,24% atau 268,67 poin untuk berada di level 22.008,45 hingga akhir perdangan dan menjadi yang tertinggi. Saham perbankan dan teknologi memimpin keuntungan saat saham SMFG melompat 2,19%, Mitsubishi UFJ melonjak 2,75% dan Canon meningkat 1,77%.
Di seberang Selat Korea, indeks Kospi menguat 0,64% atau 16,00 poin untuk menyelesaikan sesi perdagangan akhir pekan pada posisi 2.496,63. Lompatan bursa Korea Selatan ditopang sektor manufaktur ketika saham Samsung Heavy meningkat 5,41%, Hyundai Steel naik 4,94% dan Samsung Engineering bertambah 4,6%.
Sementara pelemahan justu terjadi pada bursa Australia, indeks ASP tergelincir 0,22% dan berakhir pada level 5.903,2 meskipun saham sektor energi mencetak keuntungan cukup luas. Indeks Hang Seng menghijau di level 28.438,85 dengan peningkatan sebesar 236,47 poin atau yang setara dengan 0,84%.
Pada daratan China, indeks saham terlihat cenderung bergerak mixed. Komposit Shanghai naik 0,26% pada level 3.416,4192 serta komposit Shenzhen berkurang 0,337% untuk mengakhiri sesi perdagangan hari ini di posisi 2.023,4996.
IHSG siang tadi jatuh ke zona merah usai kehilangan 3,38 poin atau 0,06% menjadi 5.992,47. Sedangkan tadi pagi, bursa saham Tanah Air menguat ke level 6.004,605 dengan tambahan 8,758 poin atau 0,146% dan kemarin IHSG ditutup menyusut 29,59 poin atau 0,49% ke posisi 5.995,85.
Sektor saham dalam negeri sore ini mayoritas di area negatif dipimpin pelemahan terdalam terjadi pada sektor keuangan 0,90% dilanjutkan aneka industri yang kehilangan 0,85%. Sedangkan kenaikan tertinggi dicetak oleh pertambangan mencapai sebesar 0,71%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp8,86 triliun dengan 8,18 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp298,28 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,04 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,75 triliun. Tercatat sebesar 155 saham menguat, 202 saham melemah dan 121 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) bertambah Rp2.225 menjadi Rp66.900, PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) meningkat Rp250 ke posisi Rp6.850 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik Rp100 menuju level Rp7.700.
Sementara, beberapa saham yang mengalami pelemahan yakni PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk. (GOLD) melemah Rp120 menjadi Rp370, PT Astra International Tbk (ASII) berkurang Rp100 menjadi Rp7.900 serta PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) menyusut Rp40 menjadi Rp1.635.
Seperti dilansir CNBC, kebanyakan indeks utama Asia ditutup lebih tinggi dalam perdagangan Jumat (27/10) ketika euro memperpanjang pelemahan setelah pernyataan dari Bank Sentral Eropa. Kemudian diikuti saham AS yang ditutup mixed dan kemudian beberapa nama perusahan besar teknologi melaporkan pendapatan di luar harapan.
Indeks Nikkei Jepang bertambah 1,24% atau 268,67 poin untuk berada di level 22.008,45 hingga akhir perdangan dan menjadi yang tertinggi. Saham perbankan dan teknologi memimpin keuntungan saat saham SMFG melompat 2,19%, Mitsubishi UFJ melonjak 2,75% dan Canon meningkat 1,77%.
Di seberang Selat Korea, indeks Kospi menguat 0,64% atau 16,00 poin untuk menyelesaikan sesi perdagangan akhir pekan pada posisi 2.496,63. Lompatan bursa Korea Selatan ditopang sektor manufaktur ketika saham Samsung Heavy meningkat 5,41%, Hyundai Steel naik 4,94% dan Samsung Engineering bertambah 4,6%.
Sementara pelemahan justu terjadi pada bursa Australia, indeks ASP tergelincir 0,22% dan berakhir pada level 5.903,2 meskipun saham sektor energi mencetak keuntungan cukup luas. Indeks Hang Seng menghijau di level 28.438,85 dengan peningkatan sebesar 236,47 poin atau yang setara dengan 0,84%.
Pada daratan China, indeks saham terlihat cenderung bergerak mixed. Komposit Shanghai naik 0,26% pada level 3.416,4192 serta komposit Shenzhen berkurang 0,337% untuk mengakhiri sesi perdagangan hari ini di posisi 2.023,4996.
(akr)
Lihat Juga :