Bank Sentral Inggris Antisipasi Eksodus 75.000 Pekerja Keuangan

Selasa, 31 Oktober 2017 - 17:50 WIB
Bank Sentral Inggris...
Bank Sentral Inggris Antisipasi Eksodus 75.000 Pekerja Keuangan
A A A
LONDON - Bank of England (BoE) meyakini bahwa keputusan Inggris keluar dari keanggotaan Uni Eropa (UE) alias Brexit, akan membuat 75.000 pekerja di sektor keuangan hengkang dari Negeri Ratu Elizabeth -julukan Inggris- tersebut. Tokoh senior perbankan menerangkan angka itu, menjadi skenario yang masuk akal terutama hingga saat ini belum ada kesepakatan spesifik terkait jasa keuangan Inggris dan UE.

Seperti dilansir BBC, Selasa (31/10/2017) angka tersebut bisa berubah terganting dengan hubungan perdagangan Inggris dengan UE selepas negosiasi Brexit. Namun pihak perbahkan masih tetap mengantisipasi kehilangan pekerja dalam jumlah besar. Diterangkan banyak pekerja yang memilih keluar dari Inggris Raya, lantaran belum adanya kepastian soal aturan tenaga kerja.

Bank of England telah meminta bank dan lembaga keuangan lainnya, seperti hedge fund untuk menyiapkan rencana kontingensi apabila perdagangan Inggris dengan Uni Eropa akan mengikuti aturan organisasi perdagangan dunia. Hal tersebut berarti bank-bank yang berbasis di Inggris, bakal kehilangan hak-hak khusus passporting untuk beroperasi di Uni Eropa.

Uni Eropa juga bisa memaksakan peraturan "lokasi spesifik" lainnya seperti perdagangan dengan menggunakan mata uang euro dibandingkan poundsterling, hal ini bisa berarti banyak pekerjaan pindah ke Paris atau Frankfurt. Ada sejumlah studi yang mengungkapkan dampak dari keputusan Brexit terhadap sektor ketenagakerjaan. Salah satunya jejak pendapat yang dilakukan oleh Reuters, dimana lebih dari 100 perusahaan keuangan menjadi koresponden.

Dalam survei tersebut, diperkirakan Inggris bakal kehilangan 10.000 pekerja dalam beberapa tahun mengiringi keputusan Brexit. Bahkan beberapa menyatakan telah ada gerakan perpindahan sekitar 30.000 pekerja untuk membuat sektor keuangan di London terancam menyusut. Sementara Kepala Eksekutif London Stock Exchange Xavier Rolet meramalkan pekerja yang hilang bisa tembus hingga 200.000 pekerja.

Bank menyakini angka tersebut terlalu tinggi dan dengan skenario selama tiga sampai lima tahun lebih sebuah studi oleh Oliver Wyman, sebuah konsultan manajemen pada 2016 menyatakan pekerja yang bisa kehilangan pekerjaan mencapai 65.000 hingga 75.000 orang. Belum lama ini Kepala Eksekutif Goldman Sachs Lloyd Blankfein berkicau lewat Twitter, bahwa Ia akan lebih banyak menghabiskan waktu di Frankfurt meskipun bank Amerika itu baru membangun gedung besar di London.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bank of England: Inggris...
Bank of England: Inggris Mungkin Sudah Jatuh ke Dalam Resesi
Suku Bunga Acuan Inggris...
Suku Bunga Acuan Inggris Sudah Naik 9 Kali Beruntun hingga Sentuh Level Tertinggi 14 Tahun
Bos Bank Sentral Inggris...
Bos Bank Sentral Inggris Wanti-wanti Efek Teror Laut Merah ke Suku Bunga
Bank Sentral Inggris:...
Bank Sentral Inggris: Uang Kertas Bergambar Ratu Elizabeth Tetap Berlaku
Inflasi Diramal Melewati...
Inflasi Diramal Melewati 13 Persen, Inggris Akan Resesi Tahun Ini
Bos Bank Sentral Warning,...
Bos Bank Sentral Warning, Perang Iran-Israel Bisa Mengulang Guncangan Energi Era 1970-an
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
4 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
4 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
5 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
5 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
6 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
6 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved