Resesi Panjang Membayangi, Bank Sentral Inggris Kerek Suku Bunga Terbesar sejak 1989
Jum'at, 04 November 2022 - 07:21 WIB
loading...
Bank Sentral Inggris (Bank of England/BoE) memperingatkan investor bahwa risiko resesi terpanjang Inggris di depan mata. FOTO/REUTERS/Maja Smiejkowska
A
A
A
LONDON - Bank Sentral Inggris (Bank of England/BoE) menaikkan suku bunga terbesar sejak 1989 memperingatkan investor bahwa risiko resesi terpanjang Inggris di depan mata.
BoE menaikkan suku bunga menjadi 3% dari 2,25% dan memperingatkan bahwa ekonomi Inggris mungkin tidak akan tumbuh selama dua tahun lagi sebagai penurunan terpanjang dalam catatan sejak 1920 jika suku bunga naik sebanyak yang diperkirakan pasar baru-baru ini.
"Kami tidak bisa menjanjikan suku bunga di masa depan, tetapi berdasarkan posisi kami hari ini, kami pikir suku bunga bank harus naik kurang dari harga saat ini di pasar keuangan," kata Gubernur Andrew Bailey, dalam pesan yang tidak biasa dikutip Reuters, Jumat (4/11/2022).
Baca Juga: Ekonomi Tumbuh 2,6%, AS Selamat dari Jurang Resesi
Sterling memperpanjang kerugian besar sebelumnya dan turun hampir 2% terhadap dolar Amerika Serikat (AS), menyentuh level terendah sejak pertengahan Oktober ketika Inggris pulih dari krisis politik yang dipicu oleh rencana pemotongan pajak mantan perdana menteri Liz Truss.
BoE menaikkan suku bunga menjadi 3% dari 2,25% dan memperingatkan bahwa ekonomi Inggris mungkin tidak akan tumbuh selama dua tahun lagi sebagai penurunan terpanjang dalam catatan sejak 1920 jika suku bunga naik sebanyak yang diperkirakan pasar baru-baru ini.
"Kami tidak bisa menjanjikan suku bunga di masa depan, tetapi berdasarkan posisi kami hari ini, kami pikir suku bunga bank harus naik kurang dari harga saat ini di pasar keuangan," kata Gubernur Andrew Bailey, dalam pesan yang tidak biasa dikutip Reuters, Jumat (4/11/2022).
Baca Juga: Ekonomi Tumbuh 2,6%, AS Selamat dari Jurang Resesi
Sterling memperpanjang kerugian besar sebelumnya dan turun hampir 2% terhadap dolar Amerika Serikat (AS), menyentuh level terendah sejak pertengahan Oktober ketika Inggris pulih dari krisis politik yang dipicu oleh rencana pemotongan pajak mantan perdana menteri Liz Truss.
Lihat Juga :