Rupiah Menguat Berkat Penunjukan Jerome Powell

Kamis, 02 November 2017 - 17:59 WIB
Rupiah Menguat Berkat...
Rupiah Menguat Berkat Penunjukan Jerome Powell
A A A
JAKARTA - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan Kamis (2/11/2017) berakhir menguat. kabar penunjukan anggota Dewan Gubernur The Fed Jerome Powell oleh Presiden AS Donald Trump membuat USD tergelincir.

Rupiah di indeks Bloomberg pada Kamis petang ini ditutup menguat 28 poin atau 0,21% menjadi Rp13.552 per USD, dibanding penutupan Rabu lalu di Rp13.580 per USD. Awal perdagangan, rupiah dibuka naik 8 poin ke Rp13.572 per USD. Sepanjang Kamis ini, mata uang NKRI diperdagangkan di Rp13.542-Rp13.579 per USD.

Berototnya rupiah juga terpantau di data Yahoo Finance, dengan naik 23 poin atau 0,17% menjadi Rp13.550 per USD. Sebelumnya di pagi hari, mata uang Garuda dibuka menguat 13 poin menjadi Rp13.560 dari penutupan Rabu di Rp13.573 per USD. Hari ini, rupiah bergerak di Rp13.538-Rp13.575 per USD.

Sementara itu, data SINDOnews yang bersumber dari Limas, rupiah pada Kamis (2/11) ditutup di Rp13.555 per USD, menguat 3 poin dari pembukaan di Rp13.558 per USD.

Menguatnya rupiah seiring indeks USD yang tergelincir akibat penunjukan Powell sebagai suksesor Janet Yellen untuk memimpin The Fed pada Februari mendatang. "Nominiasi Powell menempati kursi The Fed berikutnya telah membatasi laju dolar. Selain itu juga penundaan pengumuman pemangkasan pajak perusahaan," ujar Shin Katoda, ahli strategi senior di Barclays di Tokyo kepada Reuters.

Powell dianggap mirip dengan Yellen yaitu kurang hawkish alias tidak terlalu agresif dalam mengambil keputusan mengenai suku bunga. Indeks USD terhadap sekeranjang enam mata uang utama tergelincir 0,3% menjadi 94,520.

Alhasil, USD jatuh 0,25% terhadap yen Jepang menjadi 113,920 yen. Level terendah selama 3,5 bulan, sterling Inggris naik 0,25% menjadi USD1,3282 GBP menjelang keputusan Bank of England yang diperkirakan menaikkan suku bunga untuk pertama kali sejak Juli 2007.

Dolar Selandia Baru memperpanjang reli dengan naik 0,7% menjadi NZD0,6931 berkat menurunnya tingkat pengangguran. Dolar Australia naik 0,5% menjadi AUD0,7715, berkat angka surplus perdagangan di bulan September. Kemenangan beruntun selama 11 bulan yang juga kemenangan terpanjang sejak awal 1970an.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Rupiah Berpotensi Berbalik...
Rupiah Berpotensi Berbalik Menguat
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Rupiah Diprediksi Kembali...
Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Akhir Pekan, Rupiah...
Akhir Pekan, Rupiah Diprediksi Tertekan
Rupiah Melanjutkan Pelemahan...
Rupiah Melanjutkan Pelemahan ke Rp13.980 per USD
Berita Terkini
Dulu Diperebutkan hingga...
Dulu Diperebutkan hingga Rp1,6 Juta per Barel, Kini Minyak Dunia Malah Mencari Pembeli
40 menit yang lalu
Menutup Kesenjangan...
Menutup Kesenjangan Komunikasi Talenta Indonesia untuk Genjot Kinerja Bisnis di Era AI
53 menit yang lalu
Nasib 2.374 Pekerja...
Nasib 2.374 Pekerja Freeport Menggantung Sembilan Tahun, Said Iqbal Lapor Menaker
1 jam yang lalu
Hadirkan Tokenized Stocks,...
Hadirkan Tokenized Stocks, Tokocrypto Perluas Akses ke Pasar Saham Global
2 jam yang lalu
Rachmat Gobel Meninggal...
Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Menaker: Figur Teladan dalam Mengelola Perusahaan
2 jam yang lalu
Jasa Marga Dukung Implementasi...
Jasa Marga Dukung Implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A
2 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved