Wall Street Ditutup Variatif Setelah Rilis UU Reformasi Pajak

Jum'at, 03 November 2017 - 09:01 WIB
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Variatif Setelah Rilis UU Reformasi Pajak
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street ditutup variatif pada Kamis malam waktu AS, karena investor sedang mencermati rincian reformasi pajak yang diajukan oleh Partai Republik. Rencananya reformasi pajak ini akan menurunkan tarif pajak perusahaan menjadi 20%. Ini akan menghemat rencana tabungan pensiun.

Mengutip dari CNBC, Jumat (3/11/2017), indeks Dow Jones ditutup lebih tinggi 81,25 poin menjadi 23.516,26--sebuah rekor setelah sempat jatuh 84 poin. Indeks mencapai rekor tertinggi intraday, dimana saham Boeing memberi kontribusi terbesar.

Indeks S&P 500 ditutup sedikit lebih tinggi di level 2.579,85, berkat saham finansial yang naik 0,9%. Nasdaq ditutup jatuh menjadi 6.719,94, karena turunnya saham teknologi. Para investor teknologi kecewa dengan insentif pajak dana repatriasi sebesar 12%. Pasalnya banyak perusahaan teknologi besar memiliki sejumlah uang di luar AS.

Rancangan UU Reformasi Pajak yang dirilis Kamis waktu AS, secara permanen tarif pajak perusahaan akan diturunkan menjadi 20% dari sebelumnya 35%. Namun, ada pemecahan sejumlah pajak untuk perusahaan dan individu. Pajak penghasilan individual tertinggi sebesar 39,6%.

Prospek reformasi pajak belakangan ini telah membantu pasar saham mencapai rekor. Namun, CEO Ladenburg Thalmann Asset Management, Phil Blancato mengatakan pasar masih belum yakin reformasi pajak akan selesai tahun ini. "Terlalu banyak anggota Senat yang tidak mendukung rencana ini," katanya.

Selain pajak, investor juga mencermati penunjukan Gubernur Jerome Powell sebagai Ketua The Fed menggantikan Janet Yellen. Pencalonan Powell secara umum sesuai harapan pasar. "Powell adalah dovish Kursi Fed saat ini, Janet Yellen, adalah dovish. Saya pikir pasar memiliki harga di kursi Fed dovish," kata CEO 50 Park Investments Adam Sarhan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
48 menit yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
1 jam yang lalu
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
1 jam yang lalu
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
1 jam yang lalu
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
1 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved