Wall Street Cetak Rekor Tertinggi Berkat Aktivitas Merger

Selasa, 07 November 2017 - 07:56 WIB
Wall Street Cetak Rekor...
Wall Street Cetak Rekor Tertinggi Berkat Aktivitas Merger
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup mencetak rekor tertinggi, dibantu oleh optimisme tentang aktivitas merger dan karena investor menilai bahwa rencana Partai Republik untuk memotong pajak perusahaan akan meningkatkan pendapatan.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (7/11/2017), Indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,04% menjadi berakhir pada level 23.548,42, Inreks S & P 500 naik 0,13% ke level 2.591,13, dan Nasdaq Composite bertambah 0,33% ke level 6.786,44.

Saham Qualcomm (QCOM.O) naik 1,15% setelah Broadcom (AVGO.O) menawarkan untuk membeli pemasok chip smartphone seharga USD103 miliar dalam bentuk yang bisa menjadi akuisisi terbesar di sektor teknologi. Saham Broadcom naik 1,42%.

"Fakta bahwa kesepakatan itu sangat besar. Kami belum melihat banyak cara dalam pembuatan keputusan tahun ini. Jadi, ini mungkin akan mempercepat beberapa penyelesaian menjelang perubahan kebijakan pajak," kata Paul Nolte, manajer portofolio di Kingsview Asset Management di Chicago.

Saham Twenty-First Century Fox (FOXA.O) melonjak 9,93% setelah CNBC melaporkan bahwa konglomerat film dan televisi tersebut telah mengadakan pembicaraan untuk menjual sebagian besar perusahaan tersebut kepada raksasa media Walt Disney Co (DIS.N). Keadaan ini juga membuat saham Disney naik 2,02%.

Optimisme investor juga didorong oleh proposal Partai Republik pekan lalu untuk memangkas tarif pajak perusahaan menjadi 20% dari 35% dan mengakhiri beberapa keringanan pajak untuk perusahaan dan individu.

"Saya pikir itu harus menjadi pendorong utama. Bahkan jika hanya mencapai 25% atau 27%, itu masih bergerak dengan cara yang benar," kata John Brady, managing director di R.J. O'Brien & Associates di Chicago.

Saham Apple (AAPL.O) juga tercatat naik 1,01% dan memberikan kontribusi lebih banyak daripada saham lainnya terhadap kenaikan indeks S & P 500. Saham Sprint (S.N) turun 11,54% ke level terendah lebih dari satu tahun setelah penyedia nirkabel dan T-Mobile (TMUS.O) membatalkan rencana merger. Saham T-Mobile sendiri kehilangan 5,72%.

Sektor energi di Indeks S & P 500 melonjak 2,2% karena kenaikan harga minyak mentah setelah putra mahkota Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia, memperketat cengkeramannya pada kekuasaan melalui pembersihan anti-korupsi.

Dalam perdagangan diperpanjang, saham Priceline Group (PCLN.O) kehilangan 6% dan saham Weight Watchers International (WTW.N) melonjak 10% setelah perusahaan tersebut melaporkan hasil kuartalan.

Dengan lebih dari 400 perusahaan S & P 500 yang melaporkan, pendapatan untuk kuartal ketiga diperkirakan telah meningkat 8%, dibandingkan dengan ekspektasi kenaikan 5,9% pada awal Oktober, menurut Thomson Reuters.

Indeks S&P selama tahun ini Naik 15% pada 2017,diperdagangkan pada sekitar 18 kali pendapatan yang diharapkan, menurut Thomson Reuters Datastream.

Saham Michael Kors (KORS.N) melonjak 14,70% setelah produsen aksesoris fashion menaikkan perkiraan pendapatan 2017. Saham tersebut merupakan persentase kenaikan terbesar pada Indeks S & P.

Sagam Advanced Micro Devices (AMD.O) melonjak 7,28% setelah sebuah laporan bahwa pihaknya berencana untuk bergabung dengan Intel (INTC.O) untuk membentuk sebuah unit chip komputer pribadi. Sahan Intel berakhir naik 1,37%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
53 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
56 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
1 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
2 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
2 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Nilai Rerata...
Daftar Nilai Rerata TKA 2025 Tiap Provinsi, Yogyakarta Tertinggi untuk Skor Matematika
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved