RI Perlu Miliki Otoritas Pajak Kuat dan Independen

Rabu, 08 November 2017 - 12:55 WIB
RI Perlu Miliki Otoritas...
RI Perlu Miliki Otoritas Pajak Kuat dan Independen
A A A
JAKARTA - Kasubdit Perencanaan Pemeriksaan, Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan, Direktorat Jenderal Pajak, Muh Tunjung Nugroho mengatakan, suksesnya program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) merupakan awal dari reformasi perpajakan yang lebih besar dan komprehensif.

Tunjung mengemukakan pandangannya pada seminar nasional perpajakan 'Reformasi Perpajakan Pasca Tax Amnesty untuk Memperkuat Sistem Perpajakan di Indonesia Menuju Kemandirian Bangsa' di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga (Unair), Senin (6/11).

Diskusi sehari itu dihadiri seluruh elemen masyarakat, mulai dari DPR RI, pengusaha, akademisi, konsultan pajak, pejabat pemerintahan, dan lainnya.

Tunjung mengakui, penerimaan perpajakan tidak mencapai target yang ditetapkan sejak 2009 sampai saat ini. Selain itu, pertumbuhan Tax Ratio stagnan, lalu pada 2008 (Sunset Policy) tercatat sebagai tax ratio tertinggi sebesar 13,3%.

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan kebijakan perpajakan pasca tax amnesty yang meliputi kebijakan mikro dan makro. Kebijakan mikro meliputi pengawasan dan pemeriksaan yang meliputi dua hal, yakni terhadap Wajib Pajak (WP) tidak ikut tax amnesty, dan terhadap WP ikut tax amnesty.

"Sementara, kebijakan makro meliputi penguatan fungsi dan institusi pajak, transparansi, dan kepatuhan berkelanjutan dan perbaikan iklim investasi," terangnya.

Dia mengatakan, agar agenda reformasi perpajakan terealisasi, maka dibutuhkan reformasi kebijakan perpajakan, dan reformasi administrasi perpajakan. Reformasi kebijakan perpajakan, sambung dia, di antaranya revisi UU Ketentuan Umum Perpajakan (KUP), revisi UU Pajak Penghasilan (PPh), revisi UU Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPN), dan revisi UU Bea Materi.

"Reformasi administrasi perpajakan meliputi, pembentukan Badan Penerimaan Pajak, penegakan hukum yang lebih efektif dan tepat sasaran, perbaikan teknologi informasi dan komunikasi, serta perbaikan manajemen data," katanya.

Lebih lanjut menurut Tunjung, pemerintah Jokowi-JK termasuk di dalamnya administrasi pajak harus menjaga kredibilitas dan meningkatkan kapasitas sebagai ujung tombak penerimaan Negara. Pasalnya, administrasi pajak akan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kemandirian bangsa.

"Indonesia perlu memiliki otoritas pajak yang kuat, independen, dan transparan, sehingga fungsi tersebut dapat dilaksanakan," ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Tiba di KPK, Kepala...
Tiba di KPK, Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim Wahono Saputro Bungkam
Kanwil DJP Sulselbartra...
Kanwil DJP Sulselbartra Masifkan Kampanye Simpatik PPS
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Raup Pajak Rp4,63 Triliun,...
Raup Pajak Rp4,63 Triliun, DJP Terus Jaring Pelaku Usaha Digital
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
5 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
5 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
6 jam yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
6 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
7 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
7 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved