Ini Tantangan Industri Hospitaliti di Indonesia

Selasa, 14 November 2017 - 17:01 WIB
Ini Tantangan Industri...
Ini Tantangan Industri Hospitaliti di Indonesia
A A A
JAKARTA - Teknologi digital dan internet telah mengubah kehidupan sehari-hari masyarakat di Indonesia, termasuk juga dalam bidang bisnis. Hal yang juga merambah ke sektor perhotelan dan pariwisata (hospitality) di Indonesia.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan industri hospitaliti harus bisa merangkul teknologi yang kini menjadi keharusan dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para konsumen.

Menurut Hariyadi yang juga Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), kendati okupansi hotel seluruh Indonesia sepanjang 2016 masih lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, namun sektor hotel dan pariwisata sebenarnya tengah menghadapi tantangan yang cukup berat tahun ini.

Hariyadi menjelaskan tantangan industri hospitaliti saat ini ada tiga. Pertama, kondisi kelebihan pasokan kamar (oversupply) yang terjadi di kota-kota besar. Kedua, kekurangan tenaga kerja terlatih (brain drain). "Dan ketiga, semakin tergerusnya keuntungan dari pemilik atau operator hotel karena online travel agency meminta komisi yang lebih tinggi dari travel agency konvensional," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (14/11/2017).

Industri perhotelan sekarang menghadapi kelebihan pasokan kamar dan hal ini menyebabkan para pemain meminta pemerintah setempat menerapkan moratorium pemberian izin hotel baru, terutama di kota-kota besar di Indonesia, yang sudah sangat banyak jumlah hotelnya.

"Menurut saya moratorium karena untuk daerah yang sudah sangat padat, seperti Bali, Yogyakarta, dan Bandung. Saya belum paham kenapa investornya masih tertarik membangun hotel (di sana) kalau nantinya tidak untung. Kan kita bisnis maunya untung. Ngapain kalau tidak untung. Karena pada akhimya mereka akan kesulitan juga," ungkap Hariyadi.

Sementara itu, Ketua Umum Jakarta Hotel Association yang menaungi lebih dari 43 hotel bintang lima dan empat di Jakarta, Alexander Nayoan mengungkapkan, industri perhotelan mengalami kekurangan tenaga ahli dibidangnya dan sertifikasi profesi yang belum memadai untuk posisi top management di industri ini.

"Buat sertifikasi general manager misalnya, itu apa saja yang dibutuhkan. Idealnya seorang general manager harus memiliki sertifikasi dari semua posisi yang ada di bawahnya," ujarnya.

Ia mencontohkan, untuk posisi GM dibutuhkan sekitar 54 sertitikasi profesi. Sayangnya tidak semuanya bisa didapatkan. Yang tersedia mungkin sekitar 15 sertiflkasi, inipun mengambil dari banyak tempat. Alex mengatakan Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata belum bisa menyediakan standarisasi profesi yang jelas untuk pekerja di industri hospitaliti.

Alex menegaskan, industri perhotelan sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah untuk serius membenahi masalah sertifikasi, karena masa depan dari industri ini sangat tergantung dari sumber daya manusianya. Menurutnya, pelaku industri perhotelan telah mengeluhkan hal ini dari sekitar 6-7 tahun yang lalu, akan tetapi hingga saat ini belum ada solusi yang konkret dari regulator.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PHRI Sulsel Bakal Gelar...
PHRI Sulsel Bakal Gelar Seminar Bisnis, Hadirkan James Gwee
PPKM Berakhir, PHRI...
PPKM Berakhir, PHRI Berharap Penderitaan Mereka juga Usai
10.000 Karyawan Hotel...
10.000 Karyawan Hotel Bakal Dapat Bantuan Modal melalui Jawara
Pengusaha Hotel di Jurang...
Pengusaha Hotel di Jurang Kebangkrutan Minta Restrukturisasi Utang
Perhotelan Terimbas...
Perhotelan Terimbas Efisiensi Anggaran, PHRI: Pemerintah Harus Ambil Langkah Strategis
Staycation Hanya Jadi...
Staycation Hanya Jadi Penyelamat Sesaat buat Perhotelan
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
3 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
3 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
4 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
4 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
4 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
5 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved