IHSG Ditutup Makin Kokoh meski Bursa Saham Asia Mixed
Jum'at, 17 November 2017 - 16:37 WIB
IHSG Ditutup Makin Kokoh meski Bursa Saham Asia Mixed
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup kembali menguat dengan tambahan 13,81 poin setara 0,23% ke level 6.051,73. Penguatan IHSG ini di tengah bursa saham Asia yang berakhir mixed (variatif).
IHSG siang tadi meroket dengan mendapat tambahan sebesar 40,02 poin setara 0,66% ke level 6.077,93 setelah tadi pagi dibuka naik 21,03 poin atau setara dengan 0,35% ke level 6,058,94 dan kemarin ditutup melonjak 65,60 poin atau setara dengan 1,10% ke level 6.037,91.
Sektor saham dalam negeri sore ini variatif dengan sektor keuangan yang menjadi penguat tertinggi sebesar 1,49% dan melemah terdalam yaitu sektor konsumer menurun sebesar 1,17%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,73 triliun dengan 6,48 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp1,06 triliun dengan aksi jual asing sebesar Rp2,87 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,81 triliun. Tercatat 153 saham menguat, 168 saham melemah dan 142 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menguat Rp300 menjadi Rp8.175, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) naik Rp100 menjadi Rp6.500, dan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) naik Rp95 menjadi Rp1.490.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melemah Rp3.025 menjadi Rp77.975, PT Astra Internastional Tbk (ASII) melemah Rp50 menjadi Rp8.200, dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) melemah Rp40 menjadi Rp3.210.
Seperti dilansir CNBC, bursa saham Asia ditutup mixed dengan pasar saham Jepang dan Hong Kong mengakhiri sesi dengan kenaikan, namun berada di bawah tingkat tertingginya.
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,2% atau 45,68 poin, ditutup pada level 22.396,80 karena seluruh sektor tercatat menguat. Saham Sony naik 0,73%, saham Nintendo berakhir lebih tinggi 0,09% setelah diperdagangkan lebih tinggi 1% dari sebelumnya.
Di Korea Selatan, Indeks Kospi mengurangi kenaikan awal menjadi 0,03% di bawah garis datar di level 2.533,99. Kendaraan dijual setelah won Korea diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam 13 bulan, namun beberapa saham teknologi mengalami kenaikan dengan saham SK Hynix naik 0,61%, saham Samsung Electronics ditutup menguat 0,07%.
Di Australia, S&P/ASX 200 naik 0,23% ditutup ke level 5.957,25 karena indeks perawatan kesehatan naik 0,7%. Pasar saham China beragam dengan Indeks Hang Seng naik 0,62% ke level 29.199,04.
Sementara pasar saham lainnya, seperti Shanghai Composite melemah 0,5% ke level 3.382,34 dan Shenzhen Composite turun 2,78% ke level 1.954,30. Saham-saham terkait minyak di Asia ditutup mixed menyusul berita kemarin bahwa dana kedaulatan Norwegia bermaksud untuk menjatuhkan perusahaan sektor minyak dan gas dari indeks patokannya.
IHSG siang tadi meroket dengan mendapat tambahan sebesar 40,02 poin setara 0,66% ke level 6.077,93 setelah tadi pagi dibuka naik 21,03 poin atau setara dengan 0,35% ke level 6,058,94 dan kemarin ditutup melonjak 65,60 poin atau setara dengan 1,10% ke level 6.037,91.
Sektor saham dalam negeri sore ini variatif dengan sektor keuangan yang menjadi penguat tertinggi sebesar 1,49% dan melemah terdalam yaitu sektor konsumer menurun sebesar 1,17%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,73 triliun dengan 6,48 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp1,06 triliun dengan aksi jual asing sebesar Rp2,87 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,81 triliun. Tercatat 153 saham menguat, 168 saham melemah dan 142 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menguat Rp300 menjadi Rp8.175, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) naik Rp100 menjadi Rp6.500, dan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) naik Rp95 menjadi Rp1.490.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melemah Rp3.025 menjadi Rp77.975, PT Astra Internastional Tbk (ASII) melemah Rp50 menjadi Rp8.200, dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) melemah Rp40 menjadi Rp3.210.
Seperti dilansir CNBC, bursa saham Asia ditutup mixed dengan pasar saham Jepang dan Hong Kong mengakhiri sesi dengan kenaikan, namun berada di bawah tingkat tertingginya.
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,2% atau 45,68 poin, ditutup pada level 22.396,80 karena seluruh sektor tercatat menguat. Saham Sony naik 0,73%, saham Nintendo berakhir lebih tinggi 0,09% setelah diperdagangkan lebih tinggi 1% dari sebelumnya.
Di Korea Selatan, Indeks Kospi mengurangi kenaikan awal menjadi 0,03% di bawah garis datar di level 2.533,99. Kendaraan dijual setelah won Korea diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam 13 bulan, namun beberapa saham teknologi mengalami kenaikan dengan saham SK Hynix naik 0,61%, saham Samsung Electronics ditutup menguat 0,07%.
Di Australia, S&P/ASX 200 naik 0,23% ditutup ke level 5.957,25 karena indeks perawatan kesehatan naik 0,7%. Pasar saham China beragam dengan Indeks Hang Seng naik 0,62% ke level 29.199,04.
Sementara pasar saham lainnya, seperti Shanghai Composite melemah 0,5% ke level 3.382,34 dan Shenzhen Composite turun 2,78% ke level 1.954,30. Saham-saham terkait minyak di Asia ditutup mixed menyusul berita kemarin bahwa dana kedaulatan Norwegia bermaksud untuk menjatuhkan perusahaan sektor minyak dan gas dari indeks patokannya.
(izz)
Lihat Juga :