KSLL Dinilai Cocok untuk Properti dan Infrastruktur

Sabtu, 25 November 2017 - 06:16 WIB
KSLL Dinilai Cocok untuk...
KSLL Dinilai Cocok untuk Properti dan Infrastruktur
A A A
JAKARTA - Konstruksi sarang laba-laba (KSLL) yang patennya dipegang PT Katama Suryabumi, kini banyak digunakan di proyek konstruksi dan properti. KSLL merupakan pondasi bawah konvensional hasil kombinasi antara sistem pondasi pelat beton pipih menerus dan sistem perbaikan tanah. Konstruksi tersebut dinamakan sarang laba-laba karena memang pembesian pelat pondasi di daerah kolom seperti jaring laba-laba dan di atas pondasi dipasang pelat yang siap dibangun.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, khususnya Ditjen Bina Marga, mestinya memberikan peluang bagi inovasi ini untuk diaplikasikan dalam pembangunan infrastruktur.

Saat ini, KSLL digunakan sebagai obyek penelitian untuk mengetahui kekuatan konstruksi ini. "Kami tertarik untuk meneliti kekuatan konstruksi ini di yang mampu menahan bangunan di atasnya saat terjadi gempa di Kota Padang beberapa waktu lalu," kata Sularso kandidat doktor di Universite de Technologie de Compiegne (UTC) Prancis, dalam keterangan kepada SINDOnews di Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Dia menambahkan, pihaknya tertarik untuk meneliti lebih jauh KSLL karena konstruksi ini juga digunakan untuk pembangunan kampus baru Universitas Negeri Tirtayasa di Kota Serang, Banten.

Diharapkan akan ada banyak hal baru dari riset konstruksi sarang laba-laba yang akan dikerjakan di UTC nantinya. Salah satu fokus penelitian nantinya adalah optimasi pada konstruksi sarang laba-laba. "Kami akan fokus kepada optimasi konstruksi sarang laba-laba sebagai pondasi dangkal," jelas pengajar di Universitas Negeri Tirtayasa itu.

Menurut Sularso, di UTC nantinya, pihaknya akan mendapat bimbingan dari Profesor Jean Louis Batoz yang kebetulan juga berkunjung ke Indonesia dalam rangka acara World Class Profesor Visit di Universitas Indonesia.

Pakar teknik sipil, Profesor Herman Wahyudi menambahkan, dijadikannya konstruksi sarang laba-laba sebagai bahan penelitian di luar negeri akan menjadi peluang bagi konstruksi ini untuk dimanfaatkan di berbagai negara. "Kuncinya konstruksi sarang laba-laba ini terbuka untuk dipelajari bagi ilmuwan, maka akan berpeluang dipergunakan di luar negeri," ujar Herman.

Herman mengatakan, konstruksi sarang laba-laba dikenal sebagai pondasi dangkal berupa slab menerus dan struktur bersifat kaku (rigid) sehingga tidak mudah mengalami penurunan apabila dilewati kendaraan berat. Untuk itu, ada baiknya pemerintah memberi kesempatan agar karya anak bangsa tersebut dapat disertakan dengan rencana pemerintah membangun jalan tol.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Anggaran Infrastruktur...
Anggaran Infrastruktur Dipangkas Jadi Momentum Keterlibatan UMKM Konstruksi Daerah
BUMN AMKA Perkuat Kemitraan...
BUMN AMKA Perkuat Kemitraan Strategis dengan 17 Perusahaan
Menakar Potensi Sektor...
Menakar Potensi Sektor Infrastruktur Pasca Pilpres 2024 dari Mata Pengusaha Muda
Pasar Konstruksi dan...
Pasar Konstruksi dan Infrastruktur Bertumbuh, PTKP Komitmen Pasok Baja Berkualitas
Kontribusi Kontraktor...
Kontribusi Kontraktor Swasta di Sektor Konstruksi Terbilang Signifikan
Wujudkan Pembangunan...
Wujudkan Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan Menuntut Transformasi Proses Konstruksi
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
9 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
9 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
9 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved