Holding BUMN Tambang Harus Kuasai Peta Sumber Daya Mineral

Jum'at, 08 Desember 2017 - 06:11 WIB
Holding BUMN Tambang...
Holding BUMN Tambang Harus Kuasai Peta Sumber Daya Mineral
A A A
JAKARTA - Holding BUMN Industri Pertambangan harus menjalankan strategi jangka pendek, yaitu penguasaan informasi dan pengelolaan tambang. Hal tersebut disampaikan pengamat ekonomi Didik Rachbini. Dia mengatakan, informasi yang lengkap tentang potensi sumber daya mineral (SDM) di Indonesia akan menghindarkan holding dari salah pengelolaan.

"Penguasaan informasi menjadi hal sangat penting karena menjadi penuntun yang dapat menghindarkan dari kerugian. Jika tidak punya informasi lengkap, tentang potensi sumber daya mineral, minyak, dan tambang di Indonesia, mereka bisa jatuh dalam jebakan asymetric information. Kalah terus, dibodohi, rugi, dan seterusnya. Itu dulu yang paling penting," ujar Didik dalam keterangannya, Kamis (7/12/2017).

Menurutnya, penguasaan informasi harus segera menjadi agenda utama supaya kasus Freeport di masa lalu tidak terulang. "Supaya tidak seperti kasus Freeport di masa lalu, orang lain, orang luar lebih tahu potensi kita. Jadi harus lakukan penguasaan dan pengelolaan, mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya sekaligus mengetahui peta potensi sumber daya mineral dan tambang di Indonesia," terang ekonom senior tersebut.

Didik juga mengingatkan agar holding BUMN Industri Pertambangan segera melakukan pembenahan ke dalam agar organisasi BUMN ini efisien dan efektif, sesuai tujuan awal pembentukan holding.

Anggota DPR RI Komisi VI periode 2004-2009 ini menyebutkan, agar transformasi holding menjadi besar berjalan baik, holding harus mampu meningkatkan setoran royalti kepada negara karena selama ini setoran yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan BUMN masih kalah jauh dengan setoran cukai.

Sementara itu, Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, bahwa misi utama pembentukan holding BUMN Industri Pertambangan adalah mengembalikan PT Freeport Indonesia (PTFI) ke pangkuan Ibu Pertiwi. "Misi khususnya adalah divestasi 51% saham Freeport. Karena ini sudah saatnya setelah 50 tahun (dikuasai asing)," tegas Budi.

Sesuai mandatnya, lanjut dia, holding ini dibentuk untuk mendukung demokrasi kerakyatan. "Marwah pembentukan kami itu demokrasi ekonomi, ekonomi kerakyatan. Justru ini kebablasan, kok (Freeport) sampai dikuasai asing. Harta ini milik seluruh rakyat Indonesia. Kami hanya pegawai dan pemiliknya rakyat. Ini demokrasi kerakyatan," papar Budi.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Antam Tbk, Arie Prabowo Ariotedjo mengatakan, dengan adanya holding, sinergi menjadi lebih baik. "Ke depan kami akan speed up pengembangan hilirisasi. Dengan begitu skala bisnis bisa di-leverage, bisa multiply hasilnya. Melalui langkah-langkah tersebut kami bisa meningkatkan penguasaan sumber daya mineral (SDM)," jelasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tetap Solid di Enam...
Tetap Solid di Enam Bulan Pertama 2022, Intip Kinerja Antam
Sumbang Negara Rp1,63...
Sumbang Negara Rp1,63 T, Pengamat: Antam Seperti Tak Terpengaruh Covid-19
Zero Fatality di 2022...
Zero Fatality di 2022 Jadi Bukti Antam Menerapkan Tata Kelola yang Baik
Transformasi yang Tak...
Transformasi yang Tak Bisa Dilawan, Antam Masuk E-Commerce
Kinerja Positif Antam...
Kinerja Positif Antam Bisa Menjadi Pendongkrak Saham
Dilepas Freeport ke...
Dilepas Freeport ke Negara, Blok Wabu Belum Diserahkan ke Holding BUMN Tambang
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
4 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
5 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
5 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
5 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
5 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
6 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved