Wall Street Menguat Pascadata Laporan Gaji Pekerja AS

Sabtu, 09 Desember 2017 - 10:24 WIB
Wall Street Menguat...
Wall Street Menguat Pascadata Laporan Gaji Pekerja AS
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup kembali menguat, didukung oleh laporan gaji yang solid untuk November yang mengunci ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS (The Fed) pekan depan dan meningkatkan optimisme mengenai prospek ekonomi 2018.

Seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (9/12/2017), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 117,68 poin atau 0,49% ke level 24.329,16, Indeks S&P 500 naik 14,52 poin atau 0,55% ke level 2.651,5.

Sementara, Nasdaq Composite bertambah 27,24 poin atau 0,4% ke level 6.840,08. Untuk pekan ini, Dow Jones naik 0,4%, Indeks S & P menguat 0,35% dan Nasdaq turun 0,11%.

Beberapa saham teknologi seperti saham Microsoft (MSFT.O), Apple (AAPL.O) dan Oracle (ORCL.N) membantu mempercepat kenaikan. Karena, mereka terus pulih dari aksi jual di sektor ini pada awal pekan ini.

Nonfarm payrolls naik sebanyak 228.000 pekerjaan bulan lalu di tengah kenaikan yang meningkat dalam perekrutan karena distorsi dari badai baru-baru ini memudar, data Departemen Tenaga Kerja menunjukkan, melampaui ekspektasi 200.000 pekerjaan.

Rata-rata pendapatan per jam naik 0,2% pada November setelah melemah 0,1% pada bulan sebelumnya. Namun, jatuh dari kenaikan 0,3% yang diperkirakan.

"Sulit menemukan banyak kesalahan dengan itu. Saya kira jika Anda ingin menemukan kesalahan, pertumbuhan upah tidak secepat yang kita inginkan dan sedikit meningkat. Ini laporan yang bagus secara keseluruhan," kata JJ Kinahan, kepala strategi pasar TD Ameritrade di Chicago.

Data pekerjaan memperkuat ekspektasi Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuannya pekan depan karena para pelaku pasar sekarang melihat peluang kenaikan kuartal 96,2%, menurut data Thomson Reuters.

"Fokusnya adalah beralih pada apa yang akan dilakukan Fed pekan depan, seperti apa komposisi dewan tersebut," kata Rob Stein, CEO Astor Investment Management di Chicago.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani UU untuk mendanai pemerintah Federal selama dua pekan lagi, mencegah penutupan pemerintah sementara Kongres menegosiasikan kesepakatan anggaran jangka panjang.

Saham Microsoft naik 2,02% sebagai dorongan terbesar untuk Indeks S&P 500. Sektor teknologi pada Indeks S&P naik 0,4% dan berada di jalur untuk meraih keuntungan keempat hari berturut-turut, menghapus semua penurunan hampir 2% yang diderita sektor ini untuk pekan ini.

Saham Alexion Pharmaceuticals (ALXN.O) melonjak 7,2% dan merupakan pemain terbaik di Indeks S & P, setelah sebuah laporan mengatakan hedge fund Elliott Management ingin perusahaannya mengambil langkah untuk menaikkan harga sahamnya, termasuk dengan menjajaki penjualan.

Saham American Outdoor Brands (AOBC.O) anjlok 9,5% setelah pembuat senjata Smith & Wesson memberikan perkiraan pendapatan yang mengecewakan. Saham Sturm Ruger (RGR.N) juga turun 8,0%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
48 menit yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
58 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
1 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
1 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
2 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved