Bank BJB Optimistis Kondisi Perbankan 2018 Lebih Baik
Senin, 11 Desember 2017 - 08:08 WIB
Bank BJB Optimistis Kondisi Perbankan 2018 Lebih Baik
A
A
A
FLORES - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) optimistis kondisi perbankan tahun depan akan lebih baik, seiring masuknya tahun politik dan ekonomi Indonesia.
Bank BJB meyakini, pertumbuhan penyaluran kredit dan serapan dana pihak ketiga (DPK) akan tumbuh positif. Permintaan atas kredit diperkirakan akan meningkat dan di sisi lain, tidak sedikit masyarakat yang akan menyimpan dana murah di bank.
Senior Vice President Divisi Corporate Secretary Hakim Putratama mengatakan, tahun depan Bank BJB mengharapkan DPK tumbuh sebesar 11,82% dengan market share 1,55%. Sedangkan kredit, Bank BJB optimistis bertumbuh 12% dengan market share 1,59%.
"Dari optimisme atas kinerja kedua sektor itu, kami menginginkan target keuangan mengalami pertumbuhan aset sebesar 8% dengan market share 1,53%," kata Hakim Putratama pada Ekonomi Outlook 2018 di Flores, NTT, kemarin.
Menurutnya, tahun depan Bank BJB akan menggarap dana murah untuk menyerap dana masyarakat. Melalui berbagai terobosan untuk menyerap dana murah, Bank BJB berharap dapat lebih ekspansif terhadap program pembiayaan. Diperkirakan, permintaan pembiayaan akan tumbuh pada periode itu.
Menurutnya, Bank BJB tetap optimistis terhadap pertumbuhan dan kinerja perbankan, di tengah kondisi pemulihan perkonomian global. Sebagaimana ekspektasi pemerintah, yang menyatakan angka pertumbuhan ekonomi nasional 5,4% merupakan skenario optimistis namun cukup realistis untuk dicapai.
Selain itu, Dana Moneter Internasional (IMF) pun memandang positif pertumbuhan ekonomi Indonesia. Perekonomian Indonesia pun berada dalam tren pemulihan yang ditandai dengan semakin tingginya pertumbuhan ekonomi yang dicapai dari 5,01% pada 2015, menuju pada level 5,3% pada tahun depan.
Apalagi, pemerintah telah menyusun asumsi makro ekonomi 2018. Pertumbuhan diyakini dapat
berada pada level 5,4% atau naik sekitar 0,2% dibandingkan proyeksi pertumbuhan tahun ini di
level 5,2%. Asumsi inflasi pun dipatok pada level 3,5% dan plus minus 1% serta nilai tukar rupiah Rp13.500/USD.
"Konsumsi rumah tangga dan investasi swasta diharapkan dapat menjadi kontributor utama
pertumbuhan, selain juga dari pertumbuhan ekspor yang akan berdampak positif pada
penguatan nilai tukar. Tahun depan konsumsi rumah tangga diprediksi naik menjadi 5,1% dan investasi swasta berada di level 6," imbuh Hakim.
Ekonom Indef, Bhima Yudhistira mengatakan, kendati ekonomi Indonesia masih dalam fase pemulihan, namun dia berharap pergerakan ekonomi akan tumbuh lebih cepat di atas 5,1%. Peristiwa politik misalnya, diperkirakan akan berdampak positif terhadap ekonomi nasional.
"Harapannya, konsumsi rumah tangga dan ekspor juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita. Kinerja ekspor kita pun sudah cukup bagus. Sektor konsumsi domestik juga akan membaik seiring datangnya tahun politik," terang dia.
Untuk perbankan, pihaknya memprediksi pertumbuhan kredit nasional bisa tembus 10%. Akokomodasi dan restoran diperkirakan akan terus membaik, seiring datangnya tahun politik. Sebagai catatan, tahun politik biasanya berdampak 2% bagi pertumbuhan ekonomi.
Bank BJB meyakini, pertumbuhan penyaluran kredit dan serapan dana pihak ketiga (DPK) akan tumbuh positif. Permintaan atas kredit diperkirakan akan meningkat dan di sisi lain, tidak sedikit masyarakat yang akan menyimpan dana murah di bank.
Senior Vice President Divisi Corporate Secretary Hakim Putratama mengatakan, tahun depan Bank BJB mengharapkan DPK tumbuh sebesar 11,82% dengan market share 1,55%. Sedangkan kredit, Bank BJB optimistis bertumbuh 12% dengan market share 1,59%.
"Dari optimisme atas kinerja kedua sektor itu, kami menginginkan target keuangan mengalami pertumbuhan aset sebesar 8% dengan market share 1,53%," kata Hakim Putratama pada Ekonomi Outlook 2018 di Flores, NTT, kemarin.
Menurutnya, tahun depan Bank BJB akan menggarap dana murah untuk menyerap dana masyarakat. Melalui berbagai terobosan untuk menyerap dana murah, Bank BJB berharap dapat lebih ekspansif terhadap program pembiayaan. Diperkirakan, permintaan pembiayaan akan tumbuh pada periode itu.
Menurutnya, Bank BJB tetap optimistis terhadap pertumbuhan dan kinerja perbankan, di tengah kondisi pemulihan perkonomian global. Sebagaimana ekspektasi pemerintah, yang menyatakan angka pertumbuhan ekonomi nasional 5,4% merupakan skenario optimistis namun cukup realistis untuk dicapai.
Selain itu, Dana Moneter Internasional (IMF) pun memandang positif pertumbuhan ekonomi Indonesia. Perekonomian Indonesia pun berada dalam tren pemulihan yang ditandai dengan semakin tingginya pertumbuhan ekonomi yang dicapai dari 5,01% pada 2015, menuju pada level 5,3% pada tahun depan.
Apalagi, pemerintah telah menyusun asumsi makro ekonomi 2018. Pertumbuhan diyakini dapat
berada pada level 5,4% atau naik sekitar 0,2% dibandingkan proyeksi pertumbuhan tahun ini di
level 5,2%. Asumsi inflasi pun dipatok pada level 3,5% dan plus minus 1% serta nilai tukar rupiah Rp13.500/USD.
"Konsumsi rumah tangga dan investasi swasta diharapkan dapat menjadi kontributor utama
pertumbuhan, selain juga dari pertumbuhan ekspor yang akan berdampak positif pada
penguatan nilai tukar. Tahun depan konsumsi rumah tangga diprediksi naik menjadi 5,1% dan investasi swasta berada di level 6," imbuh Hakim.
Ekonom Indef, Bhima Yudhistira mengatakan, kendati ekonomi Indonesia masih dalam fase pemulihan, namun dia berharap pergerakan ekonomi akan tumbuh lebih cepat di atas 5,1%. Peristiwa politik misalnya, diperkirakan akan berdampak positif terhadap ekonomi nasional.
"Harapannya, konsumsi rumah tangga dan ekspor juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita. Kinerja ekspor kita pun sudah cukup bagus. Sektor konsumsi domestik juga akan membaik seiring datangnya tahun politik," terang dia.
Untuk perbankan, pihaknya memprediksi pertumbuhan kredit nasional bisa tembus 10%. Akokomodasi dan restoran diperkirakan akan terus membaik, seiring datangnya tahun politik. Sebagai catatan, tahun politik biasanya berdampak 2% bagi pertumbuhan ekonomi.
(izz)
Lihat Juga :