BI Tunjuk KSEI Sebagai LPP Sertifikat Deposito di Pasar Uang

Jum'at, 22 Desember 2017 - 13:18 WIB
BI Tunjuk KSEI Sebagai...
BI Tunjuk KSEI Sebagai LPP Sertifikat Deposito di Pasar Uang
A A A
JAKARTA - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Bank Indonesia (BI) menandatangani perjanjian kerja sama terkait dengan Penatausahaan dan Penyelesaian Transaksi Sertifikat Deposito yang Ditransaksikan di Pasar Uang.

“Dengan ditunjuknya KSEI sebagai LPP (Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian) Sertifikat Deposito di pasar uang dapat memberikan keuntungan bagi para pelaku pasar, antara lain dari sisi transparansi informasi,” ungkap Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi dalam siaran pers, Jumat (22/12/2017).

Seperti pada kerja sama KSEI dan BI untuk surat berharga dan surat berharga negara yang diterbitkan oleh BI sebelumnya, jelas Friderica, KSEI akan menerbitkan nomor SID (single investor identification) untuk sertifikat deposito di pasar uang, sehingga kepemilikan atas instrumen tersebut dapat diketahui

Sebelum ditunjuk menjadi LPP sertifikat deposito yang ditransaksikan di pasar uang, sejak 2002 KSEI telah menyelenggarakan kegiatan penatausahaan dan penyelesaian transaksi sertifikat deposito secara scripless di pasar modal berdasarkan surat Bapepam No S-1835/PM/2002 yang dipertegas dengan Peraturan OJK No 10/POJK,03/2015 tentang Penerbitan Sertifikat Deposito oleh Bank.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyampaikan bahwa penandatangan kerja sama penatausahaan dan penyelesaian transaksi sertifikat deposito di pasar uang antara KSEI dan BI merupakan langkah awal dari langkah panjang pendalaman pasar keuangan.

Sertifikat deposito yang dapat ditransaksikan oleh pelaku pasar adalah salah satu upaya untuk menciptakan pasar keuangan yang dalam, likuid dan efisien. Namun, tersedianya instrumen tersebut juga harus diimbangi dengan pengaturan pasar yang memperhatikan aspek tata kelola, mekanisme yang aman dan efisien, serta dengan didukung pengawasan yang efektif.

"Penatausahaan dan penyelesaian transaksi instrumen NCD (negotiable certificate of deposit) di pasar uang ini diharapkan dapat diikuti juga dengan instrumen lainnya,” ujar Wimboh.

Sementara, Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, sejak 2016 pihaknya telah membangun departemen khusus untuk pengembangan pasar keuangan karena meyakini pasar uang yang stabil saja tidak cukup. Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar ke-16 di dunia menurutnya harus mempunyai pasar uang yang dalam untuk bisa menjadi sumber pendanaan bagi pembangunan Indonesia.

Dengan ditunjuknya KSEI sebagai LPP sertifikat deposito di pasar uang, serta dukungan dan sinergi yang baik antara OJK dan BI, maka diharapkan pasar sertifikat deposito dapat semakin tumbuh dan berkembang sesuai harapan. Dengan demikian, ketahanan stabilitas sistem keuangan, efektifitas kebijakan moneter, maupun pendanaan untuk pembiayaan nasional juga semakin meningkat.

"Penunjukan KSEI ini berdasarkan pertimbangan bahwa selama ini KSEI telah menjadi LPP di pasar modal yang andal,” tegasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jadi Bank RDN, MNC Bank...
Jadi Bank RDN, MNC Bank Komitmen Tingkatkan Inklusi dan Literasi Pasar Modal Indonesia
MNC Bank Resmi Jadi...
MNC Bank Resmi Jadi Bank RDN, Siap Mendorong Pasar Modal Indonesia
Transparansi Dana Kelolaan,...
Transparansi Dana Kelolaan, BP Tapera Gandeng KSEI dan BRI
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Tapera Ajak KSEI dan...
Tapera Ajak KSEI dan BRI Mengelola Dana Tapera di Bursa
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
4 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
4 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
5 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
5 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
5 jam yang lalu
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
5 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved