12 Bank Pemberi Pinjaman KAI Diajak Awasi Proyek LRT

Jum'at, 29 Desember 2017 - 15:57 WIB
12 Bank Pemberi Pinjaman...
12 Bank Pemberi Pinjaman KAI Diajak Awasi Proyek LRT
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta 12 bank pemberi pinjaman (kreditur) kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) turut serta memantau (monitor) perkembangan proyek kereta api ringan (light rail transit/LRT). Hal ini demi memastikan proyek tersebut benar-benar dikerjakan dengan baik dan tepat waktu.

(Baca Juga: Proyek LRT Dijamin Pemerintah, Sri Mulyani Minta Komitmen KAI )

Dia tidak mau jika para kreditur hanya sekadar mencairkan pinjaman, lalu saling mengandalkan untuk mengawasi proyek tersebut. Masing-masing kreditur diminta untuk turut mengontrol perkembangan proyek, mengingat pinjaman dari sindikasi perbankan tersebut mencapai Rp19,25 triliun.

"12 kreditur ini diharapkan tidak menggantungkan monitoring dan pelaksanaan proyek ke PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur) dan Kemenhub. Saya berharap 12 nya ikut mengawasi dan mengontrol proyek ini. Yang saya khawatir hanya mengandalkan kepada yang lain, akhirnya hanya sekadar mencairkan tanpa melihat kemajuan atau proper atau tidak propernya eksekusi proyek ini," katanya di Hotel Kempinski, Jakarta, Jumat (29/12/2017).

Dia juga berharap PT Adhi Karya (Persero) selaku kontraktor dapat menjalankan fungsinya dengan baik, dan memastikan mutu proyek sesuai yang diharapkan. Selain itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga mewanti-wanti agar tidak ada penyelewangan dana dari proyek LRT Jabodebek.

"Saya mengharapkan Adhi Karya dapat mnjalankan fungsi kontraktornya, mutu tidak dikompromikan, tidak ada korupsi, dan KAI bisa kelola proyek dengan efisien, dengan baik, tidak ada korupsi dan akhirnya dana ini bisa dikembalikan tanpa jaminan saya harus dipanggil," tandasnya.

Seperti diketahui, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI hari ini melakukan penandatangann perjanjian kredit sindikasi dengan 12 industri perbankan nasional. Pinjaman senilai Rp19,25 triliun ini adalah untuk membiayai proyek kereta api ringan (light rail transit/LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek).

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro dan disaksikan oleh Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Adapun 12 bank yang memberikan pinjaman dalam proyek ini adalah Bank Mandiri, BRI, BNI, PT SMI, CIMB Niaga dan BCA sebagai Joint Mandated Lead Arranger and Book Runner (JMLAB), serta perbankan lainnya yang juga bertindak sebagai kreditur dalam transaksi ini seperti Bank DKI, BTMU, Hana Bank, Shinhan Bank Indonesia, Bank Sumut dan Bank Mega.

Dari pinjaman senilai Rp19,25 triliun tersebut, setidaknya Rp18,1 triliun adalah untuk kredit investasi dan Rp1,15 triliun untuk kredit modal kerja. Kredit sindikasi ini memiliki jangka waktu pinjaman selama 18 tahun.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
LRT Jabodebek Menuju...
LRT Jabodebek Menuju Operasional di 2022, Begini Progresnya
LRT Ditarget Mulai Beroperasi...
LRT Ditarget Mulai Beroperasi 2022, Intip 18 Lokasi Stasiunnya
Beroperasi Agustus 2022,...
Beroperasi Agustus 2022, Usulan Tarif LRT Jabodebek Rata-rata Dipatok Rp15.000
LRT Bali Bakal Dibangun...
LRT Bali Bakal Dibangun Bawah Tanah, Butuh Biaya Rp9 Triliun
Kereta LRT Jabodetabek...
Kereta LRT Jabodetabek Sudah Selesai Diproduksi INKA, Ini Tahapan Selanjutnya
Pengalaman Naik Kereta...
Pengalaman Naik Kereta LRT Buatan Dalam Negeri: Halus dan Minim Getaran
Berita Terkini
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
43 menit yang lalu
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
58 menit yang lalu
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
1 jam yang lalu
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
1 jam yang lalu
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
11 jam yang lalu
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
11 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved