Wall Street Naik ke Level Tertinggi Sepanjang Masa
Kamis, 04 Januari 2018 - 09:22 WIB
Wall Street Naik ke Level Tertinggi Sepanjang Masa
A
A
A
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat alias Wall Street naik ke level tertinggi sepanjang masa pada penutupan perdagangan Rabu waktu AS, karena kenaikan saham chip mendorong menguatnya sektor teknologi. Mengutip CNBC, Kamis (4/1/2018), indeks S&P 500 naik 0,6% menjadi 2.713,06 dengan saham teknologi naik 1,1%.
Pencapaian ini merupakan pertama kalinya indeks ditutup di atas 2.700. Saham energi juga melonjak 1,5% setelah minyak mentah AS mencatat penyelesaian terbaik sejak Desember 2014. Nasdaq melonjak 0,8% menjadi 7.065,53, dan Dow Jones berakhir lebih tinggi 98,97 poin ke posisi 24.922,68.
CEO 50 Park Investments, Adam Sarhan mengatakan kenaikan ini merupakan kelanjutan dari tren 2017. "Anda melihat banyak uang mengalir kembali ke semikonduktor, setelah beberapa profit taking pada akhir tahun lalu," ujarnya.
Selain itu, kenaikan disebabkan sebagian besar investor yang mengabaikan perang retorika antara Presiden Donald Trump dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un. Trump memberi cuitan pada Selasa bahwa "tombol nuklirnya jauh lebih besar dan lebih kuat" daripada yang dikendalikan oleh pemimpin Korea Utara.
"Pasar tidak mau diolok-olok oleh hal-hal semacam itu," kata Jeff Zipper, managing director investasi di US Bank Private Wealth Management. Dia juga mencatat investor mungkin mati rasa terhadap cuitan tersebut karena sudah sering terjadi setiap hari.
Saham juga mendapat dorongan dari data ekonomi yang kuat. Indeks manufaktur ISM mencapai 59,7% pada Desember, sementara belanja konstruksi naik 0,8% pada November. Federal Reserve Atlanta menaikkan perkiraan PDB riil kuartal keempat menjadi 3,2% dari 2,8%.
Pencapaian ini merupakan pertama kalinya indeks ditutup di atas 2.700. Saham energi juga melonjak 1,5% setelah minyak mentah AS mencatat penyelesaian terbaik sejak Desember 2014. Nasdaq melonjak 0,8% menjadi 7.065,53, dan Dow Jones berakhir lebih tinggi 98,97 poin ke posisi 24.922,68.
CEO 50 Park Investments, Adam Sarhan mengatakan kenaikan ini merupakan kelanjutan dari tren 2017. "Anda melihat banyak uang mengalir kembali ke semikonduktor, setelah beberapa profit taking pada akhir tahun lalu," ujarnya.
Selain itu, kenaikan disebabkan sebagian besar investor yang mengabaikan perang retorika antara Presiden Donald Trump dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un. Trump memberi cuitan pada Selasa bahwa "tombol nuklirnya jauh lebih besar dan lebih kuat" daripada yang dikendalikan oleh pemimpin Korea Utara.
"Pasar tidak mau diolok-olok oleh hal-hal semacam itu," kata Jeff Zipper, managing director investasi di US Bank Private Wealth Management. Dia juga mencatat investor mungkin mati rasa terhadap cuitan tersebut karena sudah sering terjadi setiap hari.
Saham juga mendapat dorongan dari data ekonomi yang kuat. Indeks manufaktur ISM mencapai 59,7% pada Desember, sementara belanja konstruksi naik 0,8% pada November. Federal Reserve Atlanta menaikkan perkiraan PDB riil kuartal keempat menjadi 3,2% dari 2,8%.
(ven)
Lihat Juga :