Perjanjian Dagang TPP Diteken Bersama Kanada Minus AS

Rabu, 24 Januari 2018 - 15:58 WIB
Perjanjian Dagang TPP...
Perjanjian Dagang TPP Diteken Bersama Kanada Minus AS
A A A
DAVOS - Perjanjian dagang Asia Pasifik setelah Amerika Serikat (AS) memilih hengkang seiring keputusan Presiden Donald Trump tahun lalu diperkirakan bakal kembali diteken pada bulan Maret, mendatang. Sebelas negara bakal menggelar pertemuan di Chile dua bulan ke depan guna kembali meneruskan kesepakatan yang dikenal sebagai Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) dan diterus diperjuangkan oleh Jepang.

Namun seperti dilansir BBC, Rabu (24/1/2018) salah satu perjanjian perdagangan terbesar di dunia tersebut didorong mencapai kesepakatan ketika Kanada mengatakan bakal tetap bergabung. Negara tersebut sempat menolak untuk menandatangani versi sebelumnya karena kekhawatiran tentang perlindungan lingkungan dan perburuhan. TPP baru ini juga mencakup Australia, Brunei, Cile, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura dan Vietnam.

China tidak termasuk dalam perjanjian tersebut, yang dianggap oleh sebagian sebagai cara untuk melawan kekuatan negara yang melonjak di Asia. Menteri Perekonomian Jepang Toshimitsu Motegi mengungkapkan, bahwa kesepakatan tersebut akan menjadi "mesin untuk mengatasi proteksionisme" yang muncul di belahan dunia. Ditambahkan olehnya Jepang bakal menjelaskan pentingnya kesepakatan ke Washington dengan harapan bisa meyakinkan AS untuk bergabung.

Seperti diketahui sepeninggal AS, negara-negara yang tersisa dalam TPP terus bekerja keras untuk menghidupkan kembali kesepakatan tersebut. Sebelumnya Kanada dianggap sebagai pengganjal utama ketika Perdana Menteri Justin Trudeau tidak hadir dalam pertemuan kepemimpinan pada bulan November selama KTT Ekonomi Asia Pasifik, dimana diharapkan dapat disepekati beberapa hal prinsip.

Kanada dalam beberapa kesempatan mengaku khawatir tentang perlindungan kekayaan intelektual, hak bahasa dan ketenagakerjaan dan perlindungan lingkungan dalam kesepakatan tersebut. "Kami semua mengerti bahwa kami perlu berbuat lebih banyak mengenai budaya, saya katakan bahwa Kanada tidak akan puas dengan hal itu. Sangat penting bagi saya untuk memperjuangkan budaya Kanada," kata Menteri Perdagangan Internasional Francois-Philippe Champagne saat itu.

Pada pekan yang sama, Kanada juga turut menegaskan komitmen bersama Meksiko dan AS untuk memasuki putaran keenam perundingan mengenai Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara. Putaran sebelumnya telah berlangsung menegangkan, meningkatkan kekhawatiran bahwa Presiden Trump akan memanfaatkan ancamannya untuk menarik diri dari kesepakatan tersebut, yang sangat penting bagi ekonomi Kanada.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bersama Jo Hyundai,...
Bersama Jo Hyundai, Rekind Lolos Tender Proyek TPPI Olefin Complex
Proses Lelang Kilang...
Proses Lelang Kilang Olefin Siap Ditelusuri Oleh BPK
CERI Soroti Kompetensi...
CERI Soroti Kompetensi Bidder Proyek Olefin TPPI di Tuban
Pak Ahok, Ada yang Minta...
Pak Ahok, Ada yang Minta Tolong Usut Kejanggalan Tender Kilang Olefin Nih
Proyek Olefin TPPI Punya...
Proyek Olefin TPPI Punya Dampak Ekonomi Besar, Bikin Sehat Neraca Dagang
Mencari Partnership...
Mencari Partnership Proyek Bandara
Berita Terkini
Pertamina Pastikan Kesiapan...
Pertamina Pastikan Kesiapan Pasokan Energi di Ujung Timur Jawa
22 menit yang lalu
Bittime: Perkembangan...
Bittime: Perkembangan Regulasi Bisa Jadi Penopang Pasar Kripto di Semester II-2026
1 jam yang lalu
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
1 jam yang lalu
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
2 jam yang lalu
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
10 jam yang lalu
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved