Mendag Akui Indonesia Diserbu Produk Asing Via Online

Rabu, 31 Januari 2018 - 14:56 WIB
Mendag Akui Indonesia...
Mendag Akui Indonesia Diserbu Produk Asing Via Online
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengungkapkan bahwa Indonesia harus mengambil peluang dari era perekonomian digital yang terjadi saat ini. Pasalnya, saat ini Indonesia justru menjadi pasar produk asing yang masuk ke Indonesia lewat jalur perdagangan berbasis digital (online).

Dia mengatakan, berkembangnya perusahaan marketplace di Tanah Air seharusnya bisa dimanfaatkan untuk membuka pasar baru dari produk-produk Indonesia.

"Kita harus bisa memanfaatkan marketplace yang besar ini untuk produk kita. Ini harusnya bisa membuka pasar dari produk kita, jangan sebaliknya negara ini hanya jadi pasar dari produk lain," katanya di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Mendag mengatakan, saat ini banyak produk luar negeri yang masuk ke Indonesia dengan bebas tanpa dikenakan bea masuk apa pun. Hal ini lantaran produk tersebut dijajakan lewat jalur perdagangan online.

"Mohon maaf, itulah yang diduga terjadi. Masuknya melalui online dengan bebas bea segala macam," ujar dia.

Sebab itu, dalam pertemuan World Trade Organization (WTO) beberapa waktu lalu, pihaknya menolak moratorium atas bea masuk untuk barang yang tidak berwujud (intangible goods). Pemerintah ingin dapat menetapkan bea masuk untuk intangible goods yang berasal dari luar negeri, seperti software ataupun e-book.

"Itu yang melandasi Indonesia waktu sidang WTO menolak moratorium atas bea masuk. Yang kita menyetujui pembebasan bea itu waktu di transmitnya saja. Tapi sesudah dikirim barangnya, apa itu goods atau lagu maka Indonesia berhak menetapkan bea masuk. Sehingga, kita berikan level of playing field yang sama dengan penjualan offline," terang Enggar.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
Jual Alkes Mahal, Kemendag...
Jual Alkes Mahal, Kemendag Tutup Ratusan Akun Pedagang Online
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
Lindungi Konsumen, Kemendag...
Lindungi Konsumen, Kemendag Siapkan Regulasi Pasar Online
Indonesia dan Swiss...
Indonesia dan Swiss Teken MoU untuk Tingkatkan Perdagangan
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
34 menit yang lalu
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
1 jam yang lalu
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
1 jam yang lalu
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
2 jam yang lalu
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
2 jam yang lalu
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
3 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved