Tantangan Utama Akses Keuangan melalui Teknologi Digital

Rabu, 14 Februari 2018 - 15:22 WIB
Tantangan Utama Akses...
Tantangan Utama Akses Keuangan melalui Teknologi Digital
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan terdapat enam tantangan utama yang harus diperhatikan dalam upaya meningkatkan akses keuangan melalui pemanfaatan teknologi digital. Pertama, inkluasi keuangan melibatkan dua sisi yakni sisi komersial dan sisi sosial, sehingga harus ditempatkan di posisi yang seimbang agar sustainable.

Kedua, pemahaman masyarakat terhadap produk layanan jasa keuangan harus ditingkatkan. Ketiga, infrastruktur pendukung seperti jaringan telekomunikasi dan telepon seluler tersedia dengan harga yang terjangkau.

"Keempat, cyberSecurity yang memadai untuk melindungi data nasabah dan simpanan/investasinya. Lalu kelima, aspek perlindungan konsumen harus diperhatikan untuk menjaga Trust, melalui penerapan tata kelola yang baik," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Lebih lanjut Ia menerangkan tantangan keenam yakni Indonesia harus memiliki mekanisme dan infrastruktur untuk pengumpulan data pada tingkat nasional dan daerah untuk dapat melakuan tracking apakah hasil akhir dari strategi inklusi keuangan ini sesuai dengan yang diharapkan.

Sambung Wimboh menuturkan, inklusi keuangan ini bukan hanya merupakan agenda nasional tetapi juga internasional. "Kita melihat bagaimana Queen Maxima Utusan Khusus PBB untuk Inklusi Keuangan memberikan perhatiannya besar pada upaya peningkatan inklusi Keuangan di banyak negara termasuk Indonesia," jelasnya saat sambutan Seminar Kebijakan Pemerataan Ekonomi dengan tema 'Mendorong Terciptanya Inklusi Keuangan melalui Pemanfaatan Sistem Digital'.

Menurut dia, meningkatkan inklusi Keuangan dengan menghadirkan jaringan fisik lembaga keuangan formal di daerah terpincil dan atau memiliki kepadatan penduduk yang rendah akan sulit untuk dipenuhi, karena menjadi terlalu mahal biaya transaksinya. Oleh karena itu, salah satu terobosan dalam upaya memperluas inklusi keuangan adalah dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

Dengan bantuan teknologi akan memungkinkan lembaga jasa keuangan untuk dapat memberikan layanan keuangan kepada masyarakat yang lebih luas, menjangkau masyarakat kurang mampu di daerah terpencil dengan biaya yang jauh lebih rendah.

Di sektor perbankan, dirinya melihat banyak bank yang terus mengintensifkan pemanfaatan teknologi informasinya seperti digital banking dan branchless banking. "Branchless banking Lakupandai telah berkembang begitu cepat," kata dia.

Akhir tahun 2017 lalu tercatat sudah hampir 741 ribu agen, tumbuh 168% dibandingkan tahun 2016, dengan nasabah mencapai hamper 13,7 juta nasabah atau naik 269%. Selain itu, layanan perbankan digital seperti mobile banking dan internet banking juga terus berkembang pesat. Di sisi lain, perkembangan fintech seperti peer to peer lending saat ini semakin marak.

Menurut Wimboh, perkembangan fintech ini membuka askes keuangan bagi masyarakat. Tercatat, sampai dengan akhir tahun 2017 lalu, jumlah pemberi pinjaman melalui skema peer-to-peer lending ini telah meningkat 602,7% dibandingkan akhir tahun 2016 menjadi 100.940 orang.

Sementara pembiayaan yang disalurkan juga telah mencapai Rp2,56 triliun atau naik 8 kali lipat, dengan tingkat kredit bermasalah (NPL) yang cukup kecil, tidak sampai 1%. Adapun di sektor pasar modal, banyak perusahaan efek telah melakukan investasi di bidang teknologi informasi yang memudahkan nasabahnya untuk berinvestasi dan bertransaksi di pasar modal.

Wimboh menuturkan, pesatnya perkembangan digitalisasi keuangan adalah suatu keyakinan. "Namun, pertanyaannya adalah bukan bagaimana kita menghentikannya, tetapi bagaimana kita memanfaatkannya untuk kepentingan masyarakat luas terutama dalam pemerataan ekonomi masyarakat melalui perluasan inklusi keuangan," urai dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Optimalkan Penggunaan...
Optimalkan Penggunaan Fintech, Ini Strategi Jitu yang Dilakukan OJK
Keluhan Soal Fintech...
Keluhan Soal Fintech Posisi Kedua Setelah Perbankan, Capai 44.477 Aduan
Mengupas Tantangan Industri...
Mengupas Tantangan Industri Keuangan Non Bank, OJK: Transformasi On Track
OJK: Pinjaman Melalui...
OJK: Pinjaman Melalui Fintech Lending Syariah Tembus Rp509 Miliar
Tingkatkan Akses Keuangan...
Tingkatkan Akses Keuangan Bagi UMKM, AFPI Gelar Fintech Lending Days-Makassar
Jangan Mudah Tergiur,...
Jangan Mudah Tergiur, Kenali Tanda-tanda Fintech Lending Ilegal
Berita Terkini
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Hadirkan Beragam Inovasi Engineering Melalui PINDEX 2026
1 jam yang lalu
Ika Unpad Luncurkan...
Ika Unpad Luncurkan Forum Ekonomi Hijau, Dorong Transformasi Nasional
2 jam yang lalu
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
3 jam yang lalu
IHSG Berakhir Menguat...
IHSG Berakhir Menguat usai Libur Panjang, Hari Ini Sentuh Level 6.195
3 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Penawaran...
Jangan Lewatkan Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Ijarah Global Mediacom Tahap II Tahun 2026!
5 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved