Wall Street Mixed di Tengah Kinerja Terkuat Indeks S&P 500

Sabtu, 17 Februari 2018 - 08:08 WIB
Wall Street Mixed di...
Wall Street Mixed di Tengah Kinerja Terkuat Indeks S&P 500
A A A
NEW YORK - Wall Street bergerak mixed di tengah kinerja mingguan terbesar indeks S & P 500 dalam lima tahun, meski keuntungan di awal perdagangan sempat menguap. Koreksi pasar dipicu oleh kekhawatiran inflasi Februari, namun harga konsumen dan penjualan eceran sedikit meredakan investor.

Pergerakan bursa terjadi di tengah tudingan 13 warga negara Rusia dan tiga perusahaan memiliki campur tangan dalam pemilihan umum Amerika Serikat (AS) dalam upaya mendukung Donald Trump. Indeks S & P 500 telah kehilangan lebih dari setengah persen setelah pengumuman dakwaan.

"Pasar sedang mencari alasan untuk bergelombang dan Rusia menjadi alasan utama. Anda sudah melihat rally dalam beberapa pekan terakhir dan orang-orang telah mencari alasan untuk mengambil keuntungan menjelang akhir pekan," kata Dennis Dick, trader Bright Trading LLC di Las Vegas.

Investor tersentak dengan kenaikan saham Johnson & Johnson (JNJ. N), Abbvie (ABBV. N) dan Pfizer (Lestari. N), dimaba kesemuannya bertambah lebih dari 1,4% dan mendukung indeks S & P 500 lebih daripada yang lain. Musim laporan kuartal keempat yang kuat dan pemotongan pajak dalam perusahaan yang diperkenalkan tahun ini telah membuat analis memperkirakan bakal menghasilkan pertumbuhan 19% pada awal Januari.

Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 0,08% untuk mengakhiri pada level 25.219,38, sementara S & P 500 memperoleh tambahan 0,04% menjadi 2.732,22. Sedangkan komposit Nasdaq turun 0,23% di posisi 7.239,47. Tercatat selama sepekan Dow telah meningkat 4,25% untuk menjadi kenaikan mingguan terkuat sejak November 2016. Serta Nasdaq naik 5,31% selama satu pekan, dan jadi mingguan terbaik sejak Desember 2011.

Di sisi lain S & P 500 meraih keuntungan 4,3% dan jadi kinerja mingguan terbesar sejak Januari 2013. Tapi tetap turun hampir 5% dari rekor tinggi pada 26 Januari. Pasar saham pada awal pekan besok akan libur. Sementara pada perdagangan akhir pekan beberapa saham yang meningkat yakni Coca-Cola (KO. N) naik 0,45% saat volume perdagangan yang mencapai 7,1 miliar saham, di bawah rata-rata USD8,5 miliar dalam 20 sesi perdagangan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
1 jam yang lalu
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
9 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
9 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
9 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
10 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
10 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved