Jokowi Minta Australia Menilai CEPA Secara Jangka Panjang

Senin, 19 Maret 2018 - 19:29 WIB
Jokowi Minta Australia...
Jokowi Minta Australia Menilai CEPA Secara Jangka Panjang
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo menghadiri KTT Khusus ASEAN-Australia yang digelar di Sydney, New South Wales, Australia pada 17-18 Maret 2018. Dalam pertemuan ini, salah satu fokus utama adalah Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau yang dikenal Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership (IA-CEPA).

Presiden Jokowi berkeinginan kerja sama IA-CEPA ini dapat diselesaikan pada tahun ini. Perundingan ini sendiri telah dicapai melalui 11 putaran. "Jadi Pak Presiden Jokowi berpesan agar Australia tidak menilai CEPA hanya dari aspek komersial jangka pendek, melainkan dari aspek sosial jangka menengah dan panjang," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Senin (19/3/2018).

Lanjut Enggar, kerja sama IA-CEPA jangka panjang, terkait kesejahteraan dan peningkatan kapasitas serta pembentukan ‘power house’ antara kedua negara sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Selain membahas IA-CEPA, Kepala Negara juga menekankan pertemuan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Indonesia menilai arti penting RCEP sebagai komitmen terhadap sistem perdagangan multilateral di kawasan yang paling dinamis di dunia.

Secara kolektif, negara-negara RCEP menghasilkan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar USD 23,8 triliun pada tahun 2016, atau lebih dari dua kali lipat PDB negara-negara Trans Pacific Partnership (TPP) tanpa kehadiran Amerika Serikat di dalamnya.

Dan berbeda dari pasar TPP, RCEP terus bertumbuh dinamis sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk dan berkembangnya kelas menengah.

Bila terwujud, maka kawasan RCEP akan mewakili sekitar 32% GDP dunia, lebih dari 29% perdagagan dunia, dengan pasar lebih dari 3,4 miliar jiwa.

Di kawasan RCEP ini, pasar konsumsi tumbuh sangat pesat khususnya di wilayah ASEAN, India, dan China. "Ini akan menjadi antitesa terhadap gerakan proteksionisme yang muncul di berbagai belahan dunia akhir-akhir ini,” kata Enggar.

Untuk mendorong penyelesaian perundingan RCEP tahun ini, Indonesia meminta Australia untuk mekalibrasi ambisinya di bidang akses pasar barang, jasa, dan investasi. Untuk itu, Presiden Jokowi mengajak Australia bekerja sama dengan ASEAN dan negara peserta lainnya guna menemukan landing zones yang dapat diterima oleh semua.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
ASEAN, China, Jepang...
ASEAN, China, Jepang Bersatu Siap Kuasai Ekonomi
Pelaku Usaha ASEAN-Kanada...
Pelaku Usaha ASEAN-Kanada Didorong Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan
Pemerintah Indonesia...
Pemerintah Indonesia Perkuat Kawasan ASEAN lewat Kerja Sama Ekonomi
Jaga Stabilitas Ekonomi...
Jaga Stabilitas Ekonomi ASEAN, Pemerintah Indonesia Lakukan Beberapa Hal Ini
Menko Airlangga Dorong...
Menko Airlangga Dorong Optimalisasi Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Australia
RI-Bangladesh Sepakati...
RI-Bangladesh Sepakati Kerja Sama Dagang Rp4,53 Triliun
Berita Terkini
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
11 menit yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
34 menit yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
41 menit yang lalu
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
1 jam yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
1 jam yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
1 jam yang lalu
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved