Menko Airlangga Dorong Optimalisasi Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Australia
Rabu, 05 Juli 2023 - 13:11 WIB
loading...
Menko Airlangga turut mendampingi Presiden Jokowi pada rangkaian Annual Leaders’ Meeting PM Australia Anthony Albanese di Sydney, Selasa (4/7/2023). FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto , turut mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada rangkaian kegiatan pertemuan tahunan, Annual Leaders’ Meeting (ALM) dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Sydney pada Selasa (4/7/2023).
Dalam kegiatan pertemuan dengan para pelaku usaha yang dipimpin oleh Presiden Jokowi, para investor Australia yang hadir menyampaikan proyek-proyek yang sedang berjalan di Indonesia meliputi proyek carbon capture and storage, proyek pembangunan rumah sakit, kerja sama dalam sektor mineral penting, kerja sama pendidikan tinggi, kerja sama keahlian insinyur profesional, dan proyek energi baru dan terbarukan.
"Seluruh proyek investasi kiranya dapat dioptimalkan pemanfaatannya oleh kedua negara, seperti pemanfaatan teknologi untuk mengekspor listrik Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dalam skala besar dari Australia, perlu dihubungkan ke wilayah Indonesia Timur Indonesia," ujar Menko Airlangga menanggapi paparan para investor.
Baca Juga: Airlangga Dorong Pengembangan Proses Belajar Mengajar Berbasis AI
"Indonesia merupakan mitra terbaik untuk berinvestasi di kawasan Asia Tenggara, dengan kekayaan sumber daya alam, bonus demografi, pasar yang besar, stabilitas ekonomi dan politik yang terjaga," tegas Presiden Jokowi memberikan arahan kepada para investor Australia.
Presiden Jokowi juga menyampaikan agar komitmen para pelaku usaha untuk meningkatkan bisnis dengan Indonesia dapat diarahkan ke sejumlah sektor prioritas seperti hilirisasi industri, ekonomi hijau, kesehatan, dan pendidikan. Dalam pertemuan bilateral Presiden Jokowo dan PM Albanese, berbagai substansi penguatan kerja sama ekonomi menjadi fokus bahasan.
Kedua pemimpin sepakat untuk terus berkolaborasi dalam peningkataan kemitraan ekonomi dan pembangunan, transisi energi, pengurangan emisi, ekosistem produksi mobil listrik, pembiayaan ekspor, optimalisasi kerja sama pembangunan Prospera dan Katalis, investasi dalam mineral dan pengolahan mineral, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), beasiswa pendidikan, kemitraan dalam sektor kesehatan, peningkatan daya saing dalam industri penting, dan intensifikasi dalam sektor-sektor lainnya baik secara bilateral, regional, dan multilateral.
Dalam kegiatan pertemuan dengan para pelaku usaha yang dipimpin oleh Presiden Jokowi, para investor Australia yang hadir menyampaikan proyek-proyek yang sedang berjalan di Indonesia meliputi proyek carbon capture and storage, proyek pembangunan rumah sakit, kerja sama dalam sektor mineral penting, kerja sama pendidikan tinggi, kerja sama keahlian insinyur profesional, dan proyek energi baru dan terbarukan.
"Seluruh proyek investasi kiranya dapat dioptimalkan pemanfaatannya oleh kedua negara, seperti pemanfaatan teknologi untuk mengekspor listrik Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dalam skala besar dari Australia, perlu dihubungkan ke wilayah Indonesia Timur Indonesia," ujar Menko Airlangga menanggapi paparan para investor.
Baca Juga: Airlangga Dorong Pengembangan Proses Belajar Mengajar Berbasis AI
"Indonesia merupakan mitra terbaik untuk berinvestasi di kawasan Asia Tenggara, dengan kekayaan sumber daya alam, bonus demografi, pasar yang besar, stabilitas ekonomi dan politik yang terjaga," tegas Presiden Jokowi memberikan arahan kepada para investor Australia.
Presiden Jokowi juga menyampaikan agar komitmen para pelaku usaha untuk meningkatkan bisnis dengan Indonesia dapat diarahkan ke sejumlah sektor prioritas seperti hilirisasi industri, ekonomi hijau, kesehatan, dan pendidikan. Dalam pertemuan bilateral Presiden Jokowo dan PM Albanese, berbagai substansi penguatan kerja sama ekonomi menjadi fokus bahasan.
Kedua pemimpin sepakat untuk terus berkolaborasi dalam peningkataan kemitraan ekonomi dan pembangunan, transisi energi, pengurangan emisi, ekosistem produksi mobil listrik, pembiayaan ekspor, optimalisasi kerja sama pembangunan Prospera dan Katalis, investasi dalam mineral dan pengolahan mineral, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), beasiswa pendidikan, kemitraan dalam sektor kesehatan, peningkatan daya saing dalam industri penting, dan intensifikasi dalam sektor-sektor lainnya baik secara bilateral, regional, dan multilateral.
Lihat Juga :