Menteri Rini Akui KA Cepat Jakarta-Bandung Meleset dari Target

Rabu, 21 Maret 2018 - 22:03 WIB
Menteri Rini Akui KA...
Menteri Rini Akui KA Cepat Jakarta-Bandung Meleset dari Target
A A A
BANDUNG BARAT - Dua tahun pasca dilakukan groundbreaking, progres pembangunan KA Cepat Jakarta-Bandung di perkebunan Walini, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tidak mengalami progres signifikan. Sehingga bisa dipastikan target penyelesaian proyek jalur kereta sepanjang 142,3 kilometer ini mundur dari jadwal semula yakni kontruksi selesai 2018 dan kereta bisa beroperasi di 2019.

Berdasarkan pengamatan di lokasi, belum nampak adanya pemasangan kontruksi rel. Pekerjaan baru terlihat dari pematangan lahan dan terasering. Sementara pembuatan tunnel di Walini sepanjang 608 meter masih belum berwujud sebagaimana sebuah terowongan untuk kereta. Di bagian lain lahan-lahan yang sudah diratakan dan dijadikan mes atau perkantoran pekerja sudah dibangun.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno yang meninjau langsung proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Walini, mengakui jika proyek KA cepat ini molor. Pihaknya meminta maaf atas kemunduran proyek yang rencana trasenya membentang dari Halim Jakarta hingga Tegalluar Kabupaten Bandung ini.

"Realisasinya dengan target pertama gak mungkin terkejar, dan sekarang kami harapkan bisa trail di 2020," sebut Rini di sela-sela kunjungan ke tunnel (terowongan) KA cepat di perkebunan Walini, Rabu (21/3/2018).

Rini menyebutkan, kendala dari pembangunan ini ialah masalah rencana tata ruang wilayah (RTRW) nasional yang tertunda. Ada empat kabupaten yang RTRW-nya belum terselesaikan sehingga harus menunggu itu. Tata ruangnya baru selesai Oktober 2017 dari penetapan yang didapat dari Gubernur Jabar. Karena jalurnya melewati banyak kota/kabupaten sehingga komplikasi pembangunannya cukup tinggi.

Disinggung apakah molornya proyek ini berdampak kepada pembengkakan anggaran, Rini menegaskan hal tersebut tidak terjadi. Pasalnya pihaknya belum menarik uang pinjaman sehingga ketika konstruksi mengalami keterlambatan, maka tidak ada kewajiban untuk membayar bunga.

Kenaikan anggaran yang asalnya USD5,6 miliar menjadi USD5,9 miliar dikarenakan adanya pembuatan dua tunnel."Kenaikan itu karena ada perubahan pekerjaan fisik di lapangan, dimana awalnya gak ingin bangun tunnel tapi kemudian dibangun dua tunnel," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia dan China...
Indonesia dan China Berdebat Panas Soal Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Ini Perkaranya
Uji Kecepatan Kereta...
Uji Kecepatan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditingkatkan Jadi 180 Km/Jam, Ini Hasilnya
Tambal Biaya Kereta...
Tambal Biaya Kereta Cepat, RI Ajukan Tenor Utang ke China Development Bank 35-40 Tahun
Soal Pembengkakan Biaya...
Soal Pembengkakan Biaya Kereta Cepat, Tim Erick Thohir: Belum Ada Angka Pasti
Kejar Pembangunan Kereta...
Kejar Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Wamen BUMN Minta PMN Rp3,2 Triliun
Biaya Proyek Kereta...
Biaya Proyek Kereta Cepat Bengkak, Pemerintah Ajukan Utang ke China Rp8,3 Triliun
Berita Terkini
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
28 menit yang lalu
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
1 jam yang lalu
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
1 jam yang lalu
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
1 jam yang lalu
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
2 jam yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
2 jam yang lalu
Infografis
100 Perwira Zionis Akui...
100 Perwira Zionis Akui Israel Jauh dari Menang Perang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved