Kementerian PUPR Kaji Beragam Program Solusi Berbasis Alam

Kamis, 22 Maret 2018 - 21:54 WIB
Kementerian PUPR Kaji...
Kementerian PUPR Kaji Beragam Program Solusi Berbasis Alam
A A A
JAKARTA - Dalam rangka merayakan Hari Air Dunia, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengkaji serangkaian program solusi berbasis alam. Hal ini untuk mencapai kelestarian air tanpa merusak ekosistem alam diikuti berbagai lapisan masyarakat lokal.

Salah satunya pengelolaan sumber daya air yang terpadu oleh sebuah komunitas lingkungan yang berbasis di Jakarta, Komunitas Ciliwung Condet. Mereka menyusuri Sungai Ciliwung, dua kali dalam sepekan, juga mengajak penduduk setempat dan anak-anak belajar cara mengelola limbah dengan lebih baik.

Sanggar sungai yang tersebar di lebih dari 10 kota di Indonesia, juga memberikan ilmu berharga bagi penduduk setempat, untuk selalu menjaga sungai dan ekosistem agar tetap bersih dan sehat. Seperti Sanggar Ciliwung, saat ini anggotanya mencapai 200 orang. Di tempat ini, anak-anak diajarkan tentang bahaya membuang limbah ke sungai, sekaligus ditunjukkan bagaimana sebaiknya kita membakar dan membuang sampah.

"Awalnya ini menjadi bagian dari program pemerintah daerah. Namun, saat ini Kementerian sedang dalam proses mempatenkan program tersebut. Pada 2018 ini, misalnya, setiap Balai Besar/Balai Wilayah Sungai di setiap provinsi wajib mengajukan setidaknya satu program sanggar sungai dalam perencanaan tahunan," kata Dirjen SDA Kementerian PUPR Imam Santoso, Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Kemudian, di balik rencana pembangunan sumber air seperti bendungan, terselip kontroversi tentang cara terbaik mengatasi dampak lingkungan, seperti hilangnya habitat hingga penurunan kualitas air. "Untuk kasus ini, kami menyikapinya dengan pendekatan green infrastructure. Dengan demikian, kami yakin dampak negatif tidak akan terjadi," tambah Imam.

Green infrastructure merangkum berbagai solusi yang memanfaatkan material dan siklus alam. "Termasuk di dalamnya, pemanfaatan air hujan untuk minum hingga instalasi pengolahan limbah. Untuk infrastruktur di sekeliling sungai, tanggul sungai tidak lagi dengan beton melainkan bronjong atau bebatuan yang ditumpuk dengan kawat penahan. Ini efektif digunakan untuk sungai dengan beban sedimen tinggi. Keuntungan lainnya, kita bisa menanam tanaman hijau di sekeliling bronjong," kata Imam.

Selain itu, Ditjen SDA juga menerapkan bio engineering dalam mengatasi dampak banjir dan longsor di beberapa tebing sungai. Seperti halnya yang terjadi di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Inovasi bio engineering menggunakan paduan antara bambu, bebatuan, karung pasir dan penamanan tanaman rumput yang berfungsi untuk mencengkeram tanah.

Ditjen SDA berharap bisa menerapkan metode bio engineering bambu ini di wilayah lain. Karena metpde ini ramah lingkungan serta memerlukang anggaran yang relatif lebih rendah. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan oleh semua kalangan masyarakat. Demi menjaga kualitas air, Ditjen SDA juga menerapkan restorasi lahan gambut.

Termasuk di dalamnya, mendirikan Desa Peduli Gambut yang saat ini sudah mencapai 150 desa yang tersebar di 7 provinsi di Indonesia. Di sini, masyarakat dilatih untuk memulihkan dan membangun kembali ekosistem gambut, yang nantinya berfungsi untuk meningkatkan pertanian dan mengurangi banjir. "Kami mendorong masyarakat, terutama generasi muda, untuk selalu melestarikan ekosistem air," kata Imam.

Selanjutnya di bulan April, Ditjen SDA akan mengundang seluruh masyarakat sungai dari setiap kota ke Danau Rawa Pening, bertepatan dengan acara puncak Hari Air Dunia 2018. Mereka akan berdiskusi, merencanakan strategi sumber daya air di tahun ini. Selain itu, mereka juga diundang untuk berpartisipasi dalam beberapa kompetisi, mulai seni, sains, hingga Duta Hari Air 2018 yang terselenggara di beberapa kota di Indonesia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kampus Hijau PUPR, Perkantoran...
Kampus Hijau PUPR, Perkantoran yang Ramah Lingkungan dan Humanis
Efisiensi, Kementerian...
Efisiensi, Kementerian PUPR Bersiap Lakukan Reorganisasi Balai
PUPR Perpanjang Masa...
PUPR Perpanjang Masa Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Venues PON
Dukung Pemulihan Ekonomi,...
Dukung Pemulihan Ekonomi, Menteri Basuki Target Jembatan Sei Rampung 2021
Pemulihan Jayapura dan...
Pemulihan Jayapura dan Wamena, PUPR Gandeng BUMN Karya dan Kontraktor Lokal
Menteri Basuki Perbaiki...
Menteri Basuki Perbaiki 2.000 Rumah Tidak Layak Huni di Bengkulu
Berita Terkini
Cegah Pemadaman Listrik...
Cegah Pemadaman Listrik Bergilir, PLTU Bakal Dimodif Bisa Pakai Batu Bara Kalori Rendah
13 menit yang lalu
PLN EPI Dorong Bioenergi...
PLN EPI Dorong Bioenergi Jadi Motor Diversifikasi Energi Nasional
29 menit yang lalu
Naik 81%, Laba PTPN...
Naik 81%, Laba PTPN Group Tembus 6,39 Triliun
38 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga dan KKP Perkuat Penyediaan Energi bagi Nelayan
39 menit yang lalu
Indonesia Ingin Bangun...
Indonesia Ingin Bangun Pusat Keuangan Berdaya Saing Global, Bali Jadi Kandidat Bukan IKN
59 menit yang lalu
Pasokan Batu Bara Aman,...
Pasokan Batu Bara Aman, PLN Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik Mulai 21 Juli 2026
1 jam yang lalu
Infografis
10 Kementerian/Lembaga...
10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved