Wall Street Turun Tajam Terseret Penyusutan Saham Facebook dan Twitter
Rabu, 28 Maret 2018 - 08:07 WIB
Wall Street Turun Tajam Terseret Penyusutan Saham Facebook dan Twitter
A
A
A
NEW YORK - Wall Street ditutup merosot cukup tajam pada akhir perdagangan Selasa, kemarin waktu setempat ketika masing-masing indeks utama mencetak kerugian. Pelemahan ini mayoritas terimbas kejatuhan saham sektor teknologi.
Saham Tek yang dalam pergerakannya kerap menjadi salah satu yang terbaik, telah berada di bawah baru-baru ini. Hal tersebut menyusul kekhawatiran soal peraturan pemerintah seputar privasi yang diyakini bakal terimbas kepada Facebook (FB.O).
Tercatat saham Facebook mengalami penurunan sebesar 4,9% di posisi USD152,22 dan telah lebih rendah hampir 15% sepanjang bulan ini. Indeks Internet komposit Nasdaq QNET juga mencetak persentase harian terburuk, setelah jatuh pada Juni 2016.
Dari 11 sektor utama dalam indeks S & P 500 bergerak defensif hanya beberapa di antaranya konsumen, telecom, real estate dan utilitas mengakhiri sesi di wilayah positif. Sejak menyentuh rekor pada 26 Januari, ekuitas telah terhempas oleh beberapa kekhawatiran.
Mulai terkait dengan kenaikan inflasi, laju lonjakan suku bunga oleh US Federal Reserve dan kemungkinan perang perdagangan global. Indeka S & P 500 telah menyusut hingga 9,1% dari posisi tertinggi.
Dow Jones Industrial Average (DJI) jatuh 344,89 poin atau 1,43% ke level 23.857,71 sedangkan indeks S & P 500 harus kehilangan 45,93 poin yang setara 1,73% menjadi 2.612,62. Sementara komposit Nasdaq turun 211,74 poin atau 2,93% di posisi 7.008,81.
Penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro dikonfirmasi pada awal pekan, kemarin bahwa pejabat pemerintahan Trump telah meminta China untuk mengurangi tarif impor mobil. Serta memungkinkan kepemilikan
Senin Trump administrasi pejabat telah meminta Cina untuk mengurangi tarif impor mobil, memungkinkan kepemilikan mayoritas asing pada perusahaan jasa keuangan dan membeli lebih semikonduktor dalam negosiasi untuk menghindari perang tarif dengan China.
Pasar kembali meningkat pada hari Senin, sebagai kinerja terbaik sejak Agustus 2015 di tengah harapan bahwa dua ekonomi terbesar di dunia bersedia untuk menegosiasikan kembali tarif dan ketidakseimbangan perdagangan. Tapi keuntungan tersebut dibatasi oleh pelemahan sektor teknologi.
Kejatuhan saham Facebook terus memberikan tekanan pada sektor teknologi. SPLRCT, yang turun 5,2% untuk Maret dan berada pada jalur bulanan terburuk sejak April 2016. Masalah privasi yang menjadi sorotan, ketika bocornya data-data pengguna Facebook.
Beberapa saham lain seperti Alfabet (GOOGL.O) jatuh 4,5% setelah adanya upaya banding terkait kasus hak cipta multimilyar dolar oleh Oracle Corp (Mega. N) terhadap perusahaan. Saham NVIDIA (NVDA. O) juga lebih rendah 7,8%.
Tak hanya sektor teknologi, saham Tesla (TSLA.O) ikut melemah 8,2% setelah Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS membuka penyelidikan terkait kecelakaan Tesla. Twitter (TWTR. N) ikut jatuh 12% ketika sebuah penelitian menyebutkan saham ini paling rentan terhadap peraturan privasi.
Volume perdagangan bursa saham AS mencapai 7,57 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata harian 7,37 miliar untuk 20 sesi penuh perdagangan.
Saham Tek yang dalam pergerakannya kerap menjadi salah satu yang terbaik, telah berada di bawah baru-baru ini. Hal tersebut menyusul kekhawatiran soal peraturan pemerintah seputar privasi yang diyakini bakal terimbas kepada Facebook (FB.O).
Tercatat saham Facebook mengalami penurunan sebesar 4,9% di posisi USD152,22 dan telah lebih rendah hampir 15% sepanjang bulan ini. Indeks Internet komposit Nasdaq QNET juga mencetak persentase harian terburuk, setelah jatuh pada Juni 2016.
Dari 11 sektor utama dalam indeks S & P 500 bergerak defensif hanya beberapa di antaranya konsumen, telecom, real estate dan utilitas mengakhiri sesi di wilayah positif. Sejak menyentuh rekor pada 26 Januari, ekuitas telah terhempas oleh beberapa kekhawatiran.
Mulai terkait dengan kenaikan inflasi, laju lonjakan suku bunga oleh US Federal Reserve dan kemungkinan perang perdagangan global. Indeka S & P 500 telah menyusut hingga 9,1% dari posisi tertinggi.
Dow Jones Industrial Average (DJI) jatuh 344,89 poin atau 1,43% ke level 23.857,71 sedangkan indeks S & P 500 harus kehilangan 45,93 poin yang setara 1,73% menjadi 2.612,62. Sementara komposit Nasdaq turun 211,74 poin atau 2,93% di posisi 7.008,81.
Penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro dikonfirmasi pada awal pekan, kemarin bahwa pejabat pemerintahan Trump telah meminta China untuk mengurangi tarif impor mobil. Serta memungkinkan kepemilikan
Senin Trump administrasi pejabat telah meminta Cina untuk mengurangi tarif impor mobil, memungkinkan kepemilikan mayoritas asing pada perusahaan jasa keuangan dan membeli lebih semikonduktor dalam negosiasi untuk menghindari perang tarif dengan China.
Pasar kembali meningkat pada hari Senin, sebagai kinerja terbaik sejak Agustus 2015 di tengah harapan bahwa dua ekonomi terbesar di dunia bersedia untuk menegosiasikan kembali tarif dan ketidakseimbangan perdagangan. Tapi keuntungan tersebut dibatasi oleh pelemahan sektor teknologi.
Kejatuhan saham Facebook terus memberikan tekanan pada sektor teknologi. SPLRCT, yang turun 5,2% untuk Maret dan berada pada jalur bulanan terburuk sejak April 2016. Masalah privasi yang menjadi sorotan, ketika bocornya data-data pengguna Facebook.
Beberapa saham lain seperti Alfabet (GOOGL.O) jatuh 4,5% setelah adanya upaya banding terkait kasus hak cipta multimilyar dolar oleh Oracle Corp (Mega. N) terhadap perusahaan. Saham NVIDIA (NVDA. O) juga lebih rendah 7,8%.
Tak hanya sektor teknologi, saham Tesla (TSLA.O) ikut melemah 8,2% setelah Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS membuka penyelidikan terkait kecelakaan Tesla. Twitter (TWTR. N) ikut jatuh 12% ketika sebuah penelitian menyebutkan saham ini paling rentan terhadap peraturan privasi.
Volume perdagangan bursa saham AS mencapai 7,57 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata harian 7,37 miliar untuk 20 sesi penuh perdagangan.
(akr)
Lihat Juga :