Hadapi Revolusi Industri 4.0, Pemerintah Bentuk Komite Nasional

Kamis, 29 Maret 2018 - 14:57 WIB
Hadapi Revolusi Industri...
Hadapi Revolusi Industri 4.0, Pemerintah Bentuk Komite Nasional
A A A
JAKARTA - Pemerintah menyatakan akan membentuk Komite Industri Nasional (KINAS) dalam rangka menghadapi revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 merupakan revolusi generasi keempat yang ditandai dengan kemunculan superkomputer, robot pintar, hingga kendaraan tanpa pengemudi.

Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, tujuan dibentuknya komite tersebut adalah untuk memfasilitasi penyelerasan secara nasional, lintas kementerian/lembaga, dan lintas pemangku kepentingan dalam percepatan agenda pengembangan industri nasional.

“Melalui komite ini, kita ingin membangun komunikasi yang berkelanjutan dalam kaitannya dengan revolusi industri ke-4,” katanya di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Sementara itu Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, saat ini pemerintah tengah menyiapkan peta jalan (roadmap) menghadapi revolusi industri 4.0. Menurutnya, diperlukan koordinasi kebijakan dengan kementerian lain baik terkait harmonisasi regulasi, insentif fiskal, serta infrastruktur telekomunikasi dalam menyukseskan roadmap tersebut.

"Oleh karena itu, tadi disepakati untuk itu diperlukan untuk membentuk komite industri nasiona. Ini untuk implementasi jangka panjang pengembangan industri 4.0 menuju tahun 2020 bersama dengan target capaiannya," tutur dia.

Airlangga memaparkan, dalam roadmap tersebut pemerintah merencanakan di 2030 Indonesia bisa menjadi net eksportir. Ekspor Indonesia harus meningkat 10% pada periode tersebut. "Kemudian, bagaimana kita meningkatkan kontribusi industri, PDB industri dari sekarang 20% menjadi 25%. Lalu bagaimana kita melakukan akselerasi pembangunan," imbuh dia.

Untuk mewujudkannya, pemerintah telah memetakan lima sektor yang akan menjadi prioritas yaitu industri makanan dan minuman, industri tekstil dan busana, industri otomotif, industri elektronik, dan industri kimia.

"Lima sektor itu merupakan 5 dari 10 sektor manufaktur yang demandnya terbesar di dunia. Jadi 80% dunia itu menghendaki 5 produk tersebut. Sehingga Indonesia melakukan prioritas terhadap 5 sektor," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Berbagai Terobosan Berbasis...
Berbagai Terobosan Berbasis Sumber Daya Demi Masa Depan Tak Terbatas
Implementasi Industri...
Implementasi Industri 4.0 Jadi Strategi Tepat Dorong Pemulihan
Teknologi Digital Datangkan...
Teknologi Digital Datangkan Cuan, Sektor Industri Jangan Gaptek
Naganaya Indonesia-Kemenperin...
Naganaya Indonesia-Kemenperin Gelar Webinar Nasib Industri 4.0
Penjualan Sepeda Melonjak,...
Penjualan Sepeda Melonjak, Industri Kecil Menengah Harus Ambil Peran
RI-Jepang Pacu SDM Industri...
RI-Jepang Pacu SDM Industri Otomotif Kompeten Teknologi 4.0
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
8 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
8 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
9 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
9 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved