Sepanjang 2017, RNI Bukukan Laba Konsolidasi Rp353 Miliar

Sabtu, 07 April 2018 - 17:01 WIB
Sepanjang 2017, RNI...
Sepanjang 2017, RNI Bukukan Laba Konsolidasi Rp353 Miliar
A A A
JAKARTA - PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), sepanjang tahun 2017 mampu mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp353 miliar atau meningkat 43% dibanding laba bersih tahun 2016 yang berada di angka Rp247 miliar.

Pencapaian tersebut lebih tinggi 264% di atas target yang sudah dicanangkan pada tahun 2017, yaitu sebesar Rp96 miliar. Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) B Didik Prasetyo mengatakan, meningkatnya laba RNI secara signifikan ditopang oleh peningkatan angka penjualan konsolidasi dari keempat sektor usaha perseroan.

Pada tahun 2017, RNI mencatatkan nilai penjualan konsolidasi sebesar Rp5,15 triliun, lebih tinggi dari capaian tahun sebelumnya sebesar Rp5 triliun.

"Kontribusi penjualan terbesar dihasilkan dari sektor farmasi dan alat kesehatan (alkes) yang membukukan nilai penjualan sebesar Rp1,9 triliun atau meningkat 5% dari tahun 2016 yang berada di angka Rp1,8 triliun," katanya dalam siaran pers, Sabtu (7/4/2018).

Didik menambahkan, capaian sektor farmasi dan alkes tersebut terpaut tipis dari jumlah penjualan sektor agroindustri yang pada tahun 2017 berada di posisi Rp1,8 triliun atau meningkat 6% dari perolehan tahun 2016 sebesar Rp1,7 triliun. Dari jumlah tersebut bidang industri tebu masih menjadi andalan dengan menyumbang penjualan sebesar Rp1,5 triliun, sementara bidang perkebunan lainnya (teh, kelapa sawit, dan karet) mencatatkan penjualan Rp281 miliar.

Adapun sektor perdagangan umum serta barang dan jasa lainnya berhasil membukukan penjualan sebesar Rp1,45 triliun.

Menurut Didik, kontribusi laba terbesar RNI tahun 2017 dihasilkan dari sektor farmasi dan alkes di angka Rp165 miliar. Jumlah tersebut lebih besar Rp57 miliar atau meningkat 53% dari capaian tahun 2016 yang berada di posisi Rp108 miliar.

"Meningkatnya grafik bisnis RNI juga diimbangi oleh peningkatan nilai aset perseroan, dimana pada tahun ini menyentuh angka Rp12 triliun," ungkapnya. Aset RNI berhasil meningkat sebesar 12% dibandingkan tahun 2016 yang berada pada posisi Rp10,3 triliun. Pertumbuhan ini 7% lebih besar dari yang ditargetkan di awal tahun buku 2017, yaitu sebesar Rp11,2 triliun.

Sementara itu, dari sisi produksi, di bidang industri gula pencapaian rendemen (tingkat kandungan gula dalam tebu) tebu RNI tahun 2017 tercatat lebih tinggi 23% dari tahun 2016. Dari tiga anak perusahaan yang bergerak dalam industri gula secara rata-rata diperoleh rendemen sebesar 7,7 atau meningkat dari tahun 2016 yang berada pada posisi 6,3. Peningkatan ini disebabkan oleh pembenahan yang terus dilakukan khususnya dari sisi on farm.

Selain itu, daya dukung alam dan lingkungan serta infrastruktur menjadi faktor yang tidak dapat dilepaskan sehingga mampu memperlancar suplai bahan baku tebu giling.

Didik mengatakan, keberhasilan tersebut melengkapi capaian positif RNI dalam tiga tahun terakhir. Hal tersebut menjadi modal utama RNI untuk mulai lebih fokus mengembangkan sayap bisnis ke kancah global sesuai dengan visi dan target yang sudah dicanangkan. Sebelumnya, produk farmasi dan agroindustri RNI telah merambah pasar global di beberapa Negara ASEAN Asia, dan Afrika, namun pada tahun ini manajemen menargetkan untuk membuka pasar baru di beberapa Negara.

"RNI menargetkan terus membuka pasar baru bagi produk-produk RNI, beberapa Negara menjadi prioritas di antaranya Myanmar, Korea, India, dan Polandia. Responsif terhadap perubahan global dan membuka wawasan menjadi salah satu kuncinya," tandas Didik.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dahsyat! Laba Bersih...
Dahsyat! Laba Bersih RNI Tumbuh 192 Persen di Kuartal III
Erick Thohir Ubah Nomenklatur...
Erick Thohir Ubah Nomenklatur RNI, Ini Susunan Direksi Terbaru
BUMN-BUMN Ini Segera...
BUMN-BUMN Ini Segera Dimerger untuk Bentuk Holding BUMN Pangan
Frans Marganda Tambunan...
Frans Marganda Tambunan Resmi Jabat Dirut Holding BUMN Pangan
8 Perusahaan Dilebur,...
8 Perusahaan Dilebur, Holding BUMN Klaster Pangan Dibentuk Akhir 2020
Proses Pendirian Holding...
Proses Pendirian Holding BUMN Sudah Dibahas Jokowi di Ratas
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
4 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
4 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
5 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
7 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
7 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
7 jam yang lalu
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved