Harga BBM Non Subsidi Diintervensi demi Inflasi, Ini Kata Sri Mulyani

Rabu, 11 April 2018 - 19:21 WIB
Harga BBM Non Subsidi...
Harga BBM Non Subsidi Diintervensi demi Inflasi, Ini Kata Sri Mulyani
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mewajibkan badan usaha penyalur bahan bakar minyak (BBM) meminta persetujuan pemerintah terlebih dahulu sebelum menaikkan harga BBM non subsidi, tidak akan menjadi disinsentif untuk investor yang ada di Indonesia. Dia meyakini, investor akan tetap konfiden untuk berinvestasi di Tanah Air.

Seperti diketahui, kebijakan Kementerian ESDM untuk mewajibkan badan usaha penyalur BBM non subsidi untuk meminta persetujuan pemerintah saat akan melakukan penyesuaian harga tidak hanya diberlakukan untuk PT Pertamina (Persero), melainkan untuk seluruh penyalur BBM non subsidi termasuk SPBU asing, seperti Shell dan Total. Hal ini dikhawatirkan akan membuat investor di sektor tersebut hengkang dari Tanah Air.

"Kami enggak mau tunjukkan bahwa kami backtracking. Jadi dalam hal ini yang difokuskan adalah enforcement dan instrumen kebijakan yang bisa jaga masyarakat kita tetap memiliki konfiden bahwa ekonomi kita tumbuh," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Menurutnya, yang dilakukan Menteri ESDM Ignasius Jonan sejatinya telah sesuai ketentuan. Jonan dinilai hanya melaksanakan aturan yang telah ada dan memastikan ada keseimbangan, baik untuk pengusaha maupun untuk masyarakat. "Di satu sisi investor kepastiannya dijaga. Tapi di sisi lain pemerintah jaga kepentingan masyarakat yang melihat bahwa BBM itu salah satu komoditas penting," imbuh dia.

Selain menjaga kepentingan masyarakat, sambung mantan Menko bidang Perekonomian ini, pemerintah juga mencoba untuk menjaga agar inflasi tetap stabil. Kenaikan harga BBM yang terlalu sering tentu berpotensi mengerek inflasi nasional.

"Oleh karena itu, harga dari komoditas yang penting harus dijaga dari sisi pasokannya agar enggak ada tekanan harga apalagi menjelang lebaran. Makanya kita akan lihat logistiknya apakah itu pangan atau BBM," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penurunan Harga BBM...
Penurunan Harga BBM Masih Terganjal Formula Kementerian ESDM
Harga Pertalite Bisa...
Harga Pertalite Bisa Saja Turun, Kementerian ESDM Ungkap Syaratnya
Kementerian ESDM Tegaskan...
Kementerian ESDM Tegaskan Tak Ikut Campur Soal Harga BBM Vivo
Menjaga Keuangan Pertamina,...
Menjaga Keuangan Pertamina, Pakar Sebut Harga Pertamax Harus Naik
Dirjen Migas ESDM Senggol...
Dirjen Migas ESDM Senggol Vivo, Akun Sosial Media Kementerian ESDM Digeruduk Netizen
Harga BBM Belum Turun,...
Harga BBM Belum Turun, KPPU Siap Cecar Kementerian ESDM
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
4 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
4 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
5 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
5 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
5 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved