BI, Pemerintah Pusat dan Daerah Kembangkan Industri Berorientasi Ekspor

Jum'at, 13 April 2018 - 14:51 WIB
BI, Pemerintah Pusat...
BI, Pemerintah Pusat dan Daerah Kembangkan Industri Berorientasi Ekspor
A A A
BATAM - Bank Indonesia (BI) bersama dengan pemerintah pusat dan daerah membahas pengembangan industri berorientasi ekspor melalui perluasan akses pasar dan optimasi kawasan industri. Rakor tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo serta tiga menteri yakni Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, Menter Koordinator (Menko) Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto.

Dalam Rakorpusda, juga dibahas mengenai penerapan kawasan khusus untuk mengoptimalisasi kawasan industri untuk meningkatkan sektor perekonomian dalam negeri. Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengakui bahwa stabilitas makro ekonomi harus terjaga untuk membuat perekonomian di Indonesia meningkat lebih pesat.

"Kami menyelenggarakan Rapat Koordinasi dengan pemerintah dan pemerintah daerah selama lima tahun terakhir dan dalam kesempatan ini, BI bersama Menko dan Mendag menyepakati bersama stabilitas makro ekonomi dan perekonomian yang kuat dalam membangun ekonomi Indonesia berkelanjutan dan berimbang. Upaya itu didukung dengan surplus meraca perdagangan," ujar Agus di Batam, Jumat (13/4/2018).

Lebih lanjut Agus Marto menerangkan yang menjadi fokus awal yakni percepatan Industri proyek padat karya. Lantaran, dengan meningkatkan pengembangkan sektor industri hulu dapat mendorong investasi berorientasi ekspor

"Mempercepat industri proyek padat karya dan pembangunan hulu serta akses manufaktur untuk bisa mendorong industri nasional dan perluasan akses pasar. Serta mendorong industri orientasi ekspor di daerah ditambah insentif fiskal," paparnya.

Kerana itu, Ia menekankan bahwa biaya logistik Indonesia bakal diturunkan dalam meningkatkan infrastruktur serta memperpecat industri 4.0 agar mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. "Untuk menurunkan biaya logistik dalam meningkatkan infrastrktur harus dalam mempercepat Industri 4.0 dan perdagangan Muliteralteral dalam mempertimbangkan kepentingan nasional," tukasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Dagang Surplus,...
Neraca Dagang Surplus, Sinyal Positif di Tengah Tekanan Ekonomi
Pengusaha Didorong Berbisnis...
Pengusaha Didorong Berbisnis dengan Orientasi Ekspor
Mendag Klaim Neraca...
Mendag Klaim Neraca Dagang Kuartal I 2020 Stabil
Neraca Perdagangan Juni...
Neraca Perdagangan Juni Surplus USD1,27 Miliar, Wamendag: Tetap Waspada
Ini Strategi Kementerian...
Ini Strategi Kementerian Perdagangan Dongkrak Ekspor Nasional
Neraca Dagang Surplus,...
Neraca Dagang Surplus, Ekspor Industri Pengolahan Naik 25%
Berita Terkini
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Streamlining BUMN Transparan, Libatkan Kejaksaan Agung hingga BPK
45 menit yang lalu
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
1 jam yang lalu
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
1 jam yang lalu
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
2 jam yang lalu
Tekanan Jual Mulai Terkendali,...
Tekanan Jual Mulai Terkendali, IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound ke 6.000-6.050
3 jam yang lalu
Babak Baru Perang Energi:...
Babak Baru Perang Energi: OPEC+ Siap Banjiri Pasar Global, Siap-siap Harga Minyak Makin Ambles
4 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved