Sri Mulyani Optimis Defisit APBN Tetap Terjaga

Senin, 30 April 2018 - 23:12 WIB
Sri Mulyani Optimis...
Sri Mulyani Optimis Defisit APBN Tetap Terjaga
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani masih optimis defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tahun ini berada di angka 2,19% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Hal ini karena adanya kenaikan harga minyak dunia dan diiringi dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

"Defisit APBN tetap kami targetkan 2,19% sesuai Undang-undang APBN atau bisa lebih kecil karena nilai tukar rupiah dan harga minyak (yang menguat)," ujar Sri Mulyani di Gedung Bank Indonesia, Senin (30/4/2018).

Meski demikian, kenaikan harga minyak dan pelemahan nilai tukar tetap bisa berdampak pada belanja. Anggaran subsidi bagi Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga listrik mungkin bisa bertambah.

Dia pun akan memantau pergerakan dua asumsi APBN tersebut. Selain itu, ia juga optimistis perubahan kedua faktor tersebut tidak akan mengganggu alokasi belanja APBN, lantaran penerimaan pajak semakin membaik hingga Maret tahun ini.

"Tren perpajakan sudah membaik dari segi Pajak Penghasilan (PPh) badan maupun Pajak Pertambahan Nilai. Kalau pun tidak bisa lebih rendah, saya yakin defisit APBN di tahun ini setidaknya bisa sesuai target yakni 2,19% dari PDB," katanya.

Kementerian Keuangan menunjukkan, penerimaan pajak telah mencapai Rp244,5 triliun atau 17,17% dari target tahun ini yaitu Rp1.424 triliun. Angka ini bertumbuh 9,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sedangkan, posisi defisit APBN per akhir 2017 tercatat 2,49% dari PDB. Sementara itu, posisi defisit APBN per Maret 2018 mencapai Rp85,78 triliun atau 0,58% dari PDB.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Realisasi APBN Semester...
Realisasi APBN Semester I/2020, Sri Mulyani: Memburuk Sepanjang Tahun
Sri Mulyani Beberkan...
Sri Mulyani Beberkan Arah Belanja Tahun Depan yang Tembus Rp3.304 Triliun
Biar Enggak Resesi,...
Biar Enggak Resesi, Sri Mulyani Kebut Belanja Pemerintah
Sri Mulyani Ingin Genjot...
Sri Mulyani Ingin Genjot Mesin Ekonomi Indonesia di RAPBN 2021
Sah! RAPBN 2023 Jadi...
Sah! RAPBN 2023 Jadi Undang-undang: Belanja Negara Tembus Rp3.000 Triliun
Sri Mulyani Berpikir...
Sri Mulyani Berpikir Keras Biar Generasi Muda Paham APBN
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
4 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
4 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
5 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
5 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
5 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
6 jam yang lalu
Infografis
Sangkal Tudingan Zelensky,...
Sangkal Tudingan Zelensky, Rusia: China tetap Seimbang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved