Rupiah Jatuh, Pemerintah Pede Investor Masih Optimis dengan Indonesia

Selasa, 08 Mei 2018 - 12:49 WIB
Rupiah Jatuh, Pemerintah...
Rupiah Jatuh, Pemerintah Pede Investor Masih Optimis dengan Indonesia
A A A
JAKARTA - Meski rupiah nelangsa menembus Rp14.000 per USD, Kementerian Keuangan meyakini investor hingga kini masih optimis dengan perekonomian di Indonesia. Analisa mereka, volatilitas nilai tukar bukan hanya terjadi pada Indonesia melainkan hampir seluruh negara di dunia.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara mengatakan, saat ini volatilitas nilai tukar di dunia memang sedang tinggi. Sehingga, banyak negara di dunia pun melakukan penyesuaian (adjustment).

"Kalau menurut saya sih enggak ya (investor pesimis dengan ekonomi Indonesia). Kan memang volatilitas di dunia lagi tinggi, dalam konteks volatilitas yang tinggi itu kan semua melakukan adjustment," katanya di Gedung Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Namun, sambung dia, posisi Indonesia jika dilihat dari sisi pertumbuhan ekonomi pun sudah cukup baik dan berkualitas. Pada kuartal I/2018, ekonomi Indonesia tumbuh di level 5,06% ditopang oleh realisasi investasi yang mengalami peningkatan.

"Kalau aspirasi tentu lebih tinggi dari itu, tapi kan apresiasi juga ada, bahwa ekonomi kita tumbuh 5,06% di kuartal I/2018 dengan kualitas yang cukup menjanjikan, yaitu terutama investasinya tinggi mencapai 7,95%, hampir mencapai 8%," imbuh dia.

Dengan kenyataan tersebut, kata Suahasil, Indonesia punya harapan bahwa investasi di Tanah Air akan terus bergairah di masa yang akan datang. Meskipun realisasi impor lebih tinggi dari ekspor, namun secara komposisi impor didominasi oleh barang modal.

"Nah ini connect dia, impor barang modal dengan investasi. Berarti proses ekspansi dunia usaha mulai terjadi, mulai berlangsung. Ini juga memberi harapan di masa yang akan datang akan memberikan multiplier effect yang lebih tinggi lagi," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenkeu Rampungkan...
Kemenkeu Rampungkan Revisi APBN 2020 dalam Dua Minggu
Kemenkeu Pangkas Subsidi...
Kemenkeu Pangkas Subsidi Energi Sebesar Rp5,3 Triliun
Pemerintah Siapkan Insentif...
Pemerintah Siapkan Insentif Produk Berkelanjutan
UMKM Sudah, Giliran...
UMKM Sudah, Giliran Korporasi Dapat Jaminan Kredit Modal Kerja
BUMN Dapat Dana Rp152...
BUMN Dapat Dana Rp152 Triliun Buat Pulihkan Ekonomi RI, Ini Kriterianya
Kemenkeu Kaji Insentif...
Kemenkeu Kaji Insentif Pengusaha Kelas Menengah Terdampak Corona
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
3 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
3 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
3 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
4 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
4 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
4 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved