Kemenkeu: Pelemahan Rupiah Berdampak Positif ke Penerimaan Negara

Selasa, 08 Mei 2018 - 14:10 WIB
Kemenkeu: Pelemahan...
Kemenkeu: Pelemahan Rupiah Berdampak Positif ke Penerimaan Negara
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengklaim bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang terjadi beberapa waktu belakangan ini, justru akan berdampak positif terhadap penerimaan negara. Saat ini, kurs rupiah sudah tembus ke level Rp14.000 per USD.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara mengatakan, pelemahan nilai tukar ini memang membuat pengeluaran pemerintah untuk subsidi dan cicilan utang sedikit mengalami peningkatan. Namun di sisi lain, penerimaan negara, baik dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Sumber Daya Alam (SDA) dan Pajak Penghasilan (PPh) badan akan mengalami peningkatan.

"Apa yang terjadi kalau kurs lebih lemah dari yang diasumsikan di APBN. Yang terjadi adalah kita akan memiliki penerimaan. Dari penerimaan yang kita dapatkan itu, lebih tinggi dari pengeluarannya gara-gara kurs. Pengeluaran terkait kurs itu subsidi. Karena subsidi itu kita beli dari luar negeri minyaknya. Kemudian pembayaran bunga, cicilan pokok maupun utang bunga. Itu juga terkait kurs," katanya di Gedung Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Menurutnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan pengelolaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) di tengah gejolak mata uang rupiah. Namun, yang perlu diperhatikan adalah dampak pelemahan ini terhadap variabel ekonomi makro lain, seperti inflasi, kondisi masyarakat, hingga kondisi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Jadi yang namanya pergerakan kurs juga bergerak sepanjang hari. Jadi kita perhatikan terus," imbuh dia.

Jika kurs rupiah terus melemah, tambah dia, maka harga barang impor akan terus meningkat. Hal tersebut tentu akan berdampak terhadap angka inflasi nasional. "Tetapi kita masih melihat potensi inflasi Indonesia, seperti akhir bulan lalu kan 3,4% yoy. Kalau kita lihat pergerakan, kita masih optimis ada di sekitar 3,5% sepanjang tahun," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenkeu Rampungkan...
Kemenkeu Rampungkan Revisi APBN 2020 dalam Dua Minggu
Kepala BKF Bicara Soal...
Kepala BKF Bicara Soal Pergerakan Tak Biasa Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global
Kemenkeu Pangkas Subsidi...
Kemenkeu Pangkas Subsidi Energi Sebesar Rp5,3 Triliun
Pemerintah Siapkan Insentif...
Pemerintah Siapkan Insentif Produk Berkelanjutan
UMKM Sudah, Giliran...
UMKM Sudah, Giliran Korporasi Dapat Jaminan Kredit Modal Kerja
BUMN Dapat Dana Rp152...
BUMN Dapat Dana Rp152 Triliun Buat Pulihkan Ekonomi RI, Ini Kriterianya
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
3 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
3 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
3 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
4 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
5 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved