Harga Minyak Menguat Terkait Rencana Sanksi AS Terhadap Iran

Jum'at, 11 Mei 2018 - 11:39 WIB
Harga Minyak Menguat...
Harga Minyak Menguat Terkait Rencana Sanksi AS Terhadap Iran
A A A
SINGAPURA - Harga minyak pada perdagangan Jumat menguat terkait sanksi Amerika Serikat terhadap Iran, yang merupakan salah satu produsen minyak utama dunia dan anggota OPEC. Rencana sanksi ini akan mengancam pasar minyak yang sudah ketat akibat pemangkasan oleh OPEC.

Melansir Reuters, Jumat (11/5/2018), Iran memproduksi 4% dari pasokan minyak dunia, setelah negara itu diperbolehkan kembali mengekspor minyak pada awal 2016. Hal ini menyusul kesepakatan nuklir Iran pada akhir 2015, dimana Uni Eropa dan AS diizinkan menginspeksi program nuklir Iran.

Dengan sanksi yang bakal dijatuhkan, membuat harga minyak akan semakin kuat. Apalagi eksportir utama Arab Saudi dan produsen minyak utama dunia, Rusia sudah setuju memperpanjang waktu untuk memangkas produksi demi menopang harga.

Harga minyak Brent International naik menjadi USD77,47 per barel pada pukul 00.57 GMT. Posisi ini mendekati level USD78 per barel, level tertinggi sejak November 2014.

Begitu pula harga minyak berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) naik menjadi USD71,42 per barel, tidk jauh dari level tertinggi November 2014 sebesar USD71,89 per barel.

Para analis memperkirakan sanksi AS terhadap Iran akan membuat harga minyak menggigit, menjadi sekitar USD80-USD100 per barel di akhir tahun 2018 ini. Namun, ada kabar OPEC akan melawan gangguan Iran dengan meningkatkan produksi.

"Pasar sekarang fokus pada OPEC dan kemampuan produsen lain untuk bereaksi terhadap gangguan pasokan minyak, bila Iran harus menurunkan ekspor minyaknya," tulis ANZ Bank di Singapura. Investor melihat Kuwait dan Irak sebagai produsen minyak yang prima, akan meningkatkan produksi secara cepat dalam menanggapi setiap penurunan ekspor Iran.

Di luar OPEC, melonjaknya produksi minyak mentah Amerika Serikat juga dapat membantu mengisi kesenjangan pasokan Iran. Pekan lalu, produksi minyak AS mencapai rekor dengan naik menjadi 10,7 juta barel per hari. Jumlah ini berarti naik 27% sejak medio 2016. Dengan demikian produksi AS sudah mendekati negara produsen minyak nomor satu dunia, Rusia yang memompa sekitar 11 juta barel per hari.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Jatuh...
Harga Minyak Dunia Jatuh Terbebani Peningkatan Stok AS
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Menanjak di Tengah Pelonggaran Lockdown
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Bergelombang Pasca Libur Buruh
Harga Minyak Dunia Ambruk...
Harga Minyak Dunia Ambruk Saat Gelombang Kasus Baru Covid-19 Terus Bermunculan
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Loyo, Tapi Masih di Atas Level USD100 per Barel
Harga Minyak Naik Akibat...
Harga Minyak Naik Akibat Turunnya Persediaan Minyak Mentah AS
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
14 menit yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
43 menit yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
1 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
3 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
3 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
4 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved