Rupiah Tertekan, OJK Pede Ekonomi Indonesia Tidak Mengkhawatirkan

Jum'at, 11 Mei 2018 - 19:39 WIB
Rupiah Tertekan, OJK...
Rupiah Tertekan, OJK Pede Ekonomi Indonesia Tidak Mengkhawatirkan
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) percaya diri bahwa tidak ada yang mengkhawatirkan dengan kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu belakangan terus tertekan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, tekanan yang terjadi lebih banyak dipicu oleh normalisasi kebijakan suku bunga di Amerika Serikat. Sehingga, dia yakin tidak ada yang mengkhawatirkan dalam kondisi perekonomian dalam negeri.

"Tidak ada sebenarnya perkembangan yang mengkhawatirkan di domestik, karena tidak ada kejadian yang anomali di domestik," katanya di Gedung Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Menurutnya, Indonesia bukan kali pertama menghadapi gejolak perekonomian global seperti saat ini. Sehingga, Wimboh menganggap bahwa gejolak yang terjadi ini bukanlah sesuatu kejadian luar biasa dan harus direspon dengan kebijakan yang drastis.

"Ini sudah terjadi berkali-kali dan sudah menghadapi hal seperti ini yang sama. Jadi tidak ada kejadian luar biasa," imbuh dia.

Diakuinya, dari sektor keuangan memang ada yang melakukan penyesuaian (rebalancing). Namun, hal ini pun biasa terjadi dan bukan hanya dialami oleh Indonesia melainkan seluruh negara di dunia.

"Indeks saham yang mengalami perubahan dan ternyata hari ini sudah mulai rebound d iatas 6.000 dan akhir tahun kemarin bisa mencapai 6.500. Ini hal biasa dan sangat temporer. Di samping itu, juga terjadi kenaikan yield surat utang dan ini bukan hanya terjadi di Indonesia tapi juga di AS. Kami melihat kondisi ini masih dalam tatanan normal sehingga kami tidak perlu mengambil kebijakan yang drastis. Ini masih kami konsederasikan dalam kondisi normal," tegasnya.

Wimboh melanjutkan, kondisi perbankan juga menunjukkan perkembangan yang baik, dimana pertumbuhan kredit year on year (yoy) mencapai 8,54% hingga akhir Maret 2018. Selain itu, risiko kredit macet (non performing loan/NPL) pun menurun menjadi 2,75%, tren suku bunga secara gradual pun menurun.

Untuk deposito 1 bulan ini 5,63%, deposito 3 bulan 5,90%, deposito 6 bulan 6,24%, deposito 12 bulan 6,15%. "Jadi tidak ada situasi yang mengkhawatirkan. Suku bunga kredit juga menurun, bahkan beberapa korporasi di bawah 9%. Secara rata-rata kredit modal kerja sekitar 10%. Jadi tidak ada anomali di kondisi perbankan. Kami juga melihat pertumbuhan kredit ini semakin lama dan harapannya meningkat sampai 12%, sesuai target 2018," tandas dia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bos OJK Minta Dukungan...
Bos OJK Minta Dukungan Perusahaan Keuangan Global Pulihkan Ekonomi Indonesia
OJK Mencermati Dinamika...
OJK Mencermati Dinamika Ekonomi Global, Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga
Dorong Ekonomi Daerah,...
Dorong Ekonomi Daerah, Kantor OJK Solo Diresmikan dengan Protokol Kesehatan
OJK Percepat Pemulihan...
OJK Percepat Pemulihan Ekonomi Daerah Melalui TPKAD
11 Kebijakan Stimulus...
11 Kebijakan Stimulus OJK Demi Selamatkan Ekonomi Saat Pandemi
Ekonomi RI Sakit di...
Ekonomi RI 'Sakit' di Kuartal II/2020, Bagaimana Kondisi Perbankan?
Berita Terkini
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
16 menit yang lalu
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
38 menit yang lalu
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
51 menit yang lalu
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
2 jam yang lalu
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
3 jam yang lalu
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
3 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved