Ekspor Produk Manufaktur Indonesia ke AS Capai USD11,98 Juta

Rabu, 16 Mei 2018 - 22:27 WIB
Ekspor Produk Manufaktur...
Ekspor Produk Manufaktur Indonesia ke AS Capai USD11,98 Juta
A A A
JAKARTA - Dalam rangka meningkatkan perekonomian, Indonesia melakukan ekspor langsung (direct call) produk manufaktur ke Amerika Serikat. Direct call adalah sistem pelayaran langsung peti kemas dari pelabuhan domestik ke pelabuhan tujuan di luar negeri, tanpa singgah di pelabuhan mana pun.

Ekspor ini menggunakan kapal CMA CGM Tage, memiliki kapasitas mencapai 10.000 twenty-foot equivalent units (TEUs). Kapal berbobot sebesar 95.263 gross tonnage (GT) dan berukuran panjang hingga 300 meter ini, berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pengiriman ekspor langsung ini sebanyak 4.300 TEUs dengan nilai ekspor mencapai USD11,98 juta.

Ke depannya, kata Airlangga, akan terus dorong untuk semakin bertambah. Untuk itu, pemerintah berupaya membuat perjanjian dagang khusus dengan Amerika Serikat. "Karena 40% muatan kapal tersebut masih kena bea masuk 10-20%," ujarnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Dan dengan pengiriman secara langsung alias direct call, maka bisa lebih cepat sehingga akan mendorong peningkatan daya saing produk Indonesia di Amerika Serikat.

Airlangga menjelaskan, pengiriman komoditas melalui rute langsung dapat lebih efisien dan memangkas biaya logistik hingga 20%. "Jadi, lebih murah berkisar USD300 setiap kontainer dibandingkan perjalanan melalui Singapura," ujarnya.

Sambung dia, ini mampu menghemat waktu pengiriman barang. Dan menariknya, direct call bisa meningkatkan pangsa pasar di beberapa negara tetangga.

"Kalau lewat Singapura, shipping time-nya kira-kira sampai 31 hari. Sedangkan dengan direct call ini hanya 23 hari sehingga membantu time to market lebih cepat," imbuhnya.

Ekspor produk manufaktur ini sejalan dengan upaya pemerintah terus mengoptimalkan nilai tambah produk dalam negeri, serta memacu devisa negara. Kegiatan ini menunjukkan iklim usaha di Indonesia berjalan baik. "Dan ekspor ini seluruhnya produk manufaktur, bukan komoditas mentah," tegas Menperin.

Produk manufaktur Indonesia yang diekspor langsung ke AS ini, meliputi produk alas kaki sebesar 50%, produk garmen (15%), produk karet, ban dan turunannya (10%), produk elektronik (10%), serta produk lainnya seperti kertas, ikan beku dan suku cadang kendaraan (15%).

Perusahaan pengekspor itu, antara lain Buma Apparel Industry, Nikomas Gemilang, Parkland World Indonesia, Mattel Indonesia, Dilmoni Citra Mebel Indonesia, Gajah Tunggal, Multistrada Arah Sarana, Indonesia Epson Industry, dan Samsung Electronics Indonesia. Selanjutnya, Komatsu Undercarriage Indonesia, Koyorad Jaya Indonesia, Maxindo Karya Anugerah, dan Indo Porcelain.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekspor Naik 10%, Industri...
Ekspor Naik 10%, Industri Manufaktur Masih Kuat Hadapi Pandemi Covid-19
Menperin Kaget, Kontribusi...
Menperin Kaget, Kontribusi Ekspor Manufaktur Capai 79% di Semester I/2020
Agus Gumiwang Optimis...
Agus Gumiwang Optimis Industri Manufaktur Bergeliat Pasca Pandemi
Momen Lebaran, Menperin...
Momen Lebaran, Menperin dan Pelaku Industri Tegaskan Komitmen Genjot Manufaktur
Kinerja Manufaktur RI...
Kinerja Manufaktur RI Jatuh Paling Dalam di ASEAN, Menperin Racik Strategi
Manufaktur Bisa Tumbuh...
Manufaktur Bisa Tumbuh 2,7% di Kuartal II, Ini Syaratnya
Berita Terkini
MNC Life, INKOPDIT dan...
MNC Life, INKOPDIT dan PANDAI Kolaborasi Perluas Akses Asuransi Jiwa bagi Anggota Koperasi Kredit
14 menit yang lalu
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
1 jam yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
2 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
2 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
2 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
3 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved